Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Cara Cegah Kemungkaran dalam Islam, Ikhtiarkan dengan 3 Tahap Ini

mahmuda attar hussein Selasa, 24 Januari 2023 - 17:20 WIB
Cara Cegah Kemungkaran dalam Islam, Ikhtiarkan dengan 3 Tahap Ini
Cara Cegah Kemungkaran dalam Islam, Ikhtiarkan dengan 3 Tahap Ini. (Foto: Istimewa).
LANGIT.ID, Jakarta - Ada cara mencegah kemungkaran dalam Islam. Umat harus bisa mengikhtiarkan 3 tahap tersebut, mulai dari adanya kekuasaan, lalu dengan lisan dan terakhir di hati.

Tiga cara ini disebutkan dalam hadis Arbain ke-34. Dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman." (HR Muslim).

Menurut Kepala Pusat Tarjih Universitas Ahmad Dahlan Budi Jaya Putra, hadis di atas menerangkan tentang cara bijak dalam menanggulangi kemungkaran.

Mengutip Ibnu Rajab, pengingkaran suatu kemungkaran dengan hati adalah wajib bagi setiap muslim dalam segala keadaan. Adapun pengingkaran dengan tangan dan lisan dipandang dari kemampuan.

Dalam bahasa Arab, tangan seringkali dimaknai dengan kekuatan dan kekuasaan. Sehingga, bagi sesiapa saja yang memiliki kekuasaan, dengan kekuasaannya ia harus melenyapkan berbagai kemungkaran.

Ini merupakan cara paling efektif. Karena itu, Umat Islam mesti menjadi pemimpin di setiap tempat agar mudah dalam memberantas kemungkaran.

"Seorang Presiden, Gubernur, dan lain-lain memiliki kesempatan paling terbuka untuk menghilangkan kemungkaran. Ini harus dimanfaatkan dengan baik karena tidak semua memiliki kekuasaan," ujar Budi dalam kajian yang diselenggarakan Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan pada Senin (23/01).

Namun, kata Budi, tidak semua orang memiliki kekuasaan. Bagi umat Islam yang tidak memiliki kekuasaan dapat memaksimalkan potensinya dengan cara lisan.

Misalnya menyampaikan nasihat secara baik, atau bahkan mendebat mereka yang terus-terusan mempromosikan kemungkaran dan kemaksiatan.

Saat seorang muslim tidak memiliki kekuasaan dan kecakapan lisan, maka cara yang ketiga ialah dengan hati kita. Setiap muslim hendak melakukannya.

Meskipun tidak memiliki kekuasaan dan kecakapan lisan, tatkala melihat kemungkaran, hati orang beriman akan membenci dan meninggalkan kemungkaran tersebut.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan