Sikap Islamophobia Rasmus Paludan Dituding Aneh dan Mengada-ada
Hasanah syakim
Kamis, 26 Januari 2023 - 11:32 WIB
Rasmus Paludan mendapat kecaman usai membakar Alquran di luar kedutaan Turki di Stockholm, Swedia. (foto: newsarab)
Sikap Islamophobia Rasmus Paludan dengan membakar kitab suci Al Quran dengan dalih kebebasan berekspresi dinilai aneh dan terlalu mengada-ada.
Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengimbau agar umat islam menggalang solidaritas karena Rasmus Paludan telah berkali-kali melakukan pelecehan atas kesucian Al Quran.
Dia mengatakan, ini adalah aksi Paludan yang kesekian kalinya sejak tahun 2019, 2020, 2021, 2022 dan 2023. Dalam aksinya di Brussel tahun 2020, Paludan bahkan membungkus daging babi menggunakan mushaf Al Quran.
"Jika aksi pembakaran Al-Qur'an tahun 2023 sebagai protes terhadap Turki yang menolak Swedia masuk organisasi NATO, mengapa Al Quran yang merupakan kitab suci umat Islam yang dibakar?. Dari rekam jejak aksi-aksinya, jelas bahwa Rasmus Paludan adalah ekstremis radikal anti Islam," katanya dikutip Kamis (26/1/2022).
PBB: Pembakaran Al-Qur'an Bukan Kebebasan Berekspresi
Sikap Islamophobia Rasmus Paludan sengaja membonceng kebebasan berekspresi dan menggunakan isu penolakan Rusia atas Swedia masuk NATO dengan mengkambinghitamkan Al Quran.
Ahmad Doli menilai dalih kebebasan berekspresi dengan melakukan pelecehan terhadap kitab suci agama lain adalah hal yang mengada-ada
Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengimbau agar umat islam menggalang solidaritas karena Rasmus Paludan telah berkali-kali melakukan pelecehan atas kesucian Al Quran.
Dia mengatakan, ini adalah aksi Paludan yang kesekian kalinya sejak tahun 2019, 2020, 2021, 2022 dan 2023. Dalam aksinya di Brussel tahun 2020, Paludan bahkan membungkus daging babi menggunakan mushaf Al Quran.
"Jika aksi pembakaran Al-Qur'an tahun 2023 sebagai protes terhadap Turki yang menolak Swedia masuk organisasi NATO, mengapa Al Quran yang merupakan kitab suci umat Islam yang dibakar?. Dari rekam jejak aksi-aksinya, jelas bahwa Rasmus Paludan adalah ekstremis radikal anti Islam," katanya dikutip Kamis (26/1/2022).
PBB: Pembakaran Al-Qur'an Bukan Kebebasan Berekspresi
Sikap Islamophobia Rasmus Paludan sengaja membonceng kebebasan berekspresi dan menggunakan isu penolakan Rusia atas Swedia masuk NATO dengan mengkambinghitamkan Al Quran.
Ahmad Doli menilai dalih kebebasan berekspresi dengan melakukan pelecehan terhadap kitab suci agama lain adalah hal yang mengada-ada