Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 10 Agustus 2026
home global news detail berita

Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Sampai AS Penuhi Syarat dari Iran

lusi mahgriefie Senin, 10 Agustus 2026 - 07:15 WIB
Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Sampai AS Penuhi Syarat dari Iran
Selat Hormuz. Sumber: ist
LANGIT7.ID-, Teheran - Iran tegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat bisa "memperbaiki perilakunya" serta memenuhi syarat-syarat tertentu, meskipun Teheran dan Oman sudah mendekati kesepakatan mengenai jalur pelayaran sementara.

Demikian dikatakan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad-Bagher Zolghadr seraya merinci syarat-syarat tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis.

"Memperbaiki perilaku berarti Iran tidak boleh lagi diancam atau dipermalukan, agresi terhadap Iran dan sekutunya harus diakhiri secara permanen, blokade laut harus dicabut, kekuatan laut dan udara AS harus ditarik dari wilayah sekitar Iran, ganti rugi perang harus dibayarkan, sanksi harus dicabut, dan aset Iran yang dibekukan harus dilepaskan," ungkap Zolghadr, melansir Iran International, Senin (10/8/2026).

Ia menambahkan, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi tidak akan pernah mundur, baik dalam perang maupun perundingan.

Tuntutan tersebut muncul di tengah langkah Iran dan Oman yang semakin mendekati kesepakatan mengenai jalur pelayaran sementara melintasi selat itu.

Baca juga: Iran Tak Akan Biarkan Ekspor Minyak Setetes Pun Melalui Selat Hormuz Jika Amerika Melakukan Ini

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan pada hari Sabtu bahwa kedua negara "sangat dekat" untuk merampungkan perundingan mengenai jalur tersebut, yang dimaksudkan sebagai pengaturan sementara sembari proses teknis dan hukum terus berjalan untuk Skema Pemisahan Lalu Lintas (Traffic Separation Scheme/TSS) permanen yang baru.

Araghchi menyatakan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai jalur tersebut tidak serta-merta berarti pembukaan kembali Selat Hormuz.

Ia mengatakan bahwa pembukaan kembali selat itu masih bergantung pada sejumlah syarat terpisah, termasuk kompensasi dari Amerika Serikat atas tindakan yang dianggap Teheran sebagai pelanggaran terhadap nota kesepahaman Islamabad.

Negosiasi Iran-Oman Tak Ada Kaitan dengan Dibukanya Selat Hormuz

IRGC kembali menegaskan bahwa negosiasi antara Iran dan Oman serta keputusan untuk membuka kembali selat itu merupakan dua hal yang terpisah.

"Begitu Amerika menerima syarat-syarat Iran, Selat Hormuz pasti akan dibuka kembali," ujar juru bicara IRGC, Hossein Mohebi.

Oman, yang telah merundingkan pengaturan pelayaran dengan Teheran, menyebut bahwa pembicaraan tersebut berlangsung dalam suasana yang "positif dan konstruktif".

Baca juga: Anggota Parlemen Iran Peringatkan Amerika Akan Diusir Banyak Negara

Kementerian Luar Negeri Oman juga mengecam serangan berulang terhadap kapal-kapal yang melintasi selat tersebut dan mendesak semua pihak untuk menghindari tindakan yang dapat menghambat kemajuan negosiasi.

Dari Washington, Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa Iran telah memberi tahu Amerika Serikat bahwa mereka tidak berencana memberlakukan biaya lintas (tol) di Selat Hormuz, serta bahwa Teheran dan negara-negara Teluk Persia, khususnya Oman, sedang membahas pengaturan untuk menjamin keamanan pelayaran.

Vance mengatakan pembahasan tersebut mencakup upaya pembersihan ranjau dan komitmen Iran untuk tidak menembaki kapal-kapal komersial. Washington berharap arus minyak dan gas dari Teluk Persia akan kembali ke tingkat sebelum konflik, ujarnya, namun akan menilai Teheran berdasarkan tindakannya.

"Kami tidak sekadar percaya, kami melakukan verifikasi," kata Vance dalam sebuah wawancara yang ditayangkan oleh Fox News pada hari Sabtu (8/8).

Para pejabat AS juga mengaitkan pelonggaran kampanye tekanan Washington dengan pemulihan aktivitas pelayaran.

The Wall Street Journal melaporkan pada hari Jumat bahwa Washington telah menyampaikan kepada pihak penengah bahwa mereka tidak akan menerima pembatasan atau pungutan biaya yang diberlakukan Iran, dan bahwa pemerintahan Trump akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran jika Teheran membuka kembali jalur pelayaran tersebut tanpa hambatan.

Sementara itu, Presiden Masoud Pezeshkian menyebut Amerika Serikat sebagai pihak yang "tidak dapat dipercaya", namun pada hari Sabtu ia menyatakan bahwa saat ini adalah "waktu terbaik" untuk mencapai kesepakatan. Ia mengatakan bahwa Teheran membahas masalah diplomasi hampir setiap hari dalam upaya mengeluarkan Iran dari situasi yang berada di antara "perang dan damai".

"Anda tidak bisa terus berperang selamanya; pada titik tertentu, hal itu harus diakhiri," ujar Pezeshkian.

Oleh karena itu, negosiasi dengan Oman mungkin dapat menyelesaikan masalah lalu lintas kapal di Selat Hormuz, namun para pejabat Iran menyatakan bahwa keputusan untuk membuka kembali jalur tersebut tetap bergantung pada kesediaan Washington untuk memenuhi tuntutan yang lebih luas dari Teheran. (*/lsi/iranintl)

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 10 Agustus 2026
Imsak
04:34
Shubuh
04:44
Dhuhur
12:02
Ashar
15:22
Maghrib
17:58
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan