home sosok muslim

Kisah Buya Hamka Pimpin Jemaah Haji Setelah Indonesia Merdeka

Kamis, 26 Januari 2023 - 14:30 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Haji Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) ditunjuk menjadi pemimpin jemaah haji pada 1950. Catatan perjalanan tersebut tertuang dalam sebuah buku berjudul “Mandi Tjahaja di Tanah Sutji” yang diterbitkan pada 1951.

Koordinator Monograf dan Berkas Langka Perpustakaan Nasional RI, Yeri Nurita, mengatakan, buku tersebut masih tersimpan rapi di Perpustakaan Nasional. Buku Hamka itu menjadi salah satu koleksi langka Perpusnas terkait jemaah haji asal Indonesia.

“Membaca buku Buya Hamka ini seperti kita terbawa ke masa lampau, bagaimana suasana haji di sana,” kata Nurita dalam webinar Haji dalam Lintas Sejarah; Perspektif Arsiparis, Sejarawan, dan Pustakawan, dikutip Rabu (25/1/2023).

Baca Juga:Kisah Buya Hamka Diangkat ke Layar Lebar, Tayang Idul Fitri

Dalam buku itu diceritakan, Buya Hamka naik kapal Kota Baru dari Pelabuhan Tanjung Priok pada 16 Agustus 1950. Dia ditunjuk Majelis Pimpinan Haji (MPH) sebagai pemimpin jemaah haji di kapal tersebut sebanyak 970 orang.

1950 merupakan tahun kemerdekaan yang diakui di tengah bangsa-bangsa di dunia. Juga tahun pertama urusan haji dipegang oleh Pemerintah Indonesia. Artinya, itu pertama kali urusan haji tidak lagi bergantung pada kebijakan pemerintah kolonial.

Banyak cerita-cerita menarik dalam buku tersebut. Di antaranya, Buya Hamka merenungkan ibadah wukuf. Dia melihat semua orang dari berbagai bangsa berkumpul dengan pakaian yang sama. Tidak ada perbedaan antara raja dan rakyat jelata.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
jemaah haji buya hamka haji
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya