Kisah Abdur Raheem Green, Muallaf Asal Inggris Jadi Pendakwah
Andi Muhammad
Ahad, 29 Januari 2023 - 07:05 WIB
Kisah Abdur Raheem Green, Muallaf Asal Inggris Jadi Pendakwah. Foto: iStock.
Abdur Raheem Green pria asal Inggir kelahiran Tanzania ini memilih memeluk Islam pada 1988, dan telah menjadi seorang pendakwah di Inggris. Pertemuan Green dengan Islam terjadi ketika dia berada di Mesir, dan tengah memberi kuliah tentang "Wahyu Terakhir Tuhan".
"Saya lahir dari orang tua asal Inggris dari Tanzania pada tahun 1964. Ayah saya Gavin Green adalah seorang administrator kolonial di kerajaan Inggris," kata Green melansir About Islam, Ahad (29/1/2023).
Lebih lanjut, Green menyebut dirinya kemudian bergabung bersama Barclays Bank di tahun 1978 serta dikirim ke Mesir untuk mendirikan Bank Barclays Mesir. "Saya dididik di Sekolah Biara Katolik Roma yang terkenal, Ampleforth College, dan melanjutkan studi sejarah di Universitas London," ujarnya.
Kendati demikian, pendidikan tersebut tidak ditempuh hingga selesai Green karena dia memilih untuk meninggalkan pendidikan sebelum pendidikan tersebut selesai.
"Saat ini saya bekerja di sebuah peruusahaan media Islam di Inggris dan terlibat dalam kegiatan dakwah, termasuk ceramah tentang Islam di Hyde Park yang terkenal di London," kata Green.
Baca Juga:Timothy Winter, Cucu Pendeta Jadi Ulama Besar Penopang Dakwah di Inggris
Selain itu, Green juga mulai mempelajari Al-Qur'an dan langsung menarik minatnya. Baginya, Al-Qur'an mempunyai daya tarik magis dan membuatnya semakin yakin bahwa Al-Qur'an adalah wahyu ilahi.
"Saya lahir dari orang tua asal Inggris dari Tanzania pada tahun 1964. Ayah saya Gavin Green adalah seorang administrator kolonial di kerajaan Inggris," kata Green melansir About Islam, Ahad (29/1/2023).
Lebih lanjut, Green menyebut dirinya kemudian bergabung bersama Barclays Bank di tahun 1978 serta dikirim ke Mesir untuk mendirikan Bank Barclays Mesir. "Saya dididik di Sekolah Biara Katolik Roma yang terkenal, Ampleforth College, dan melanjutkan studi sejarah di Universitas London," ujarnya.
Kendati demikian, pendidikan tersebut tidak ditempuh hingga selesai Green karena dia memilih untuk meninggalkan pendidikan sebelum pendidikan tersebut selesai.
"Saat ini saya bekerja di sebuah peruusahaan media Islam di Inggris dan terlibat dalam kegiatan dakwah, termasuk ceramah tentang Islam di Hyde Park yang terkenal di London," kata Green.
Baca Juga:Timothy Winter, Cucu Pendeta Jadi Ulama Besar Penopang Dakwah di Inggris
Selain itu, Green juga mulai mempelajari Al-Qur'an dan langsung menarik minatnya. Baginya, Al-Qur'an mempunyai daya tarik magis dan membuatnya semakin yakin bahwa Al-Qur'an adalah wahyu ilahi.