LANGIT7.ID - Profesor Timothy Winter atau kini dikenal sebagai Syekh Abdal Hakim Murad merupakan seorang mualaf asal Inggris. Pria kelahiran 1 November 1960 itu dikenal sebagai intelektual dan ulama yang aktif mengkaji dan mengajar kitab-kitab klasik Islam. Dia sudah aktif berdakwah di Inggris selama empat dekade terakhir.
Timothy saat ini menjadi seorang Dosen studi Islam di Faculty of Divinity, Cambridge University dan direktur Studies in Theology di Wolfson College. Sebagai tokoh agama, dia sangat produktif menulis hasilkan banyak karya.
Dia banyak mengkaji buku-buku klasik karangan ulama terdahulu. Di antara karyanya yang paling terkenal adalah terjemahan ihya ulumuddin yang ditulis Imam Al-Ghazali. Dia juga menulis artikel tentang keislaman. Buku terbarunya berjudul
Traveling Home: Essays on Islam in Europe.
Baca Juga: Tak Hanya dari Timur Tengah, Ini 7 Ulama Terkemuka Asal Barat
Selain itu, dia tercatat sebagai pendiri Cambridge Muslim College. Kampus ini menawarkan gelar diploma kepada pemuda muslim Inggris. Ada pula program sarjana (BA) untuk pemuka agama di Inggris. Program ini sudah diakreditasi dari otoritas pendidikan setempat.
Dia juga aktif di berbagai media sebagai pembicara dan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan nilai-nilai Islam. Ceramahnya banyak diminati berkat kemampuannya berbicara dalam berbagai bahasa. Selain itu, ceramahnya di Youtube menjadi salah satu referensi pemuda muslim Inggris dalam belajar agama.
Selain aktif di dunia akademik, Timothy juga menjadi tokoh penting dalam pembangunan Masjid Cambridge. Masjid itu telah menjadi salah satu pusat kajian Islam terbesar di Inggris. Masjid itu memiliki desain seni Islam yang diberi sentuhan modern.
Baca Juga: Aisha Bewley: Terjemahkan Ratusan Kitab, Bawa Turats ke Barat
Masjid Cambridge juga menjadi masjid ramah lingkungan pertama di Inggris. Selain tempat ibadah, masjid juga menyediakan fasilitas umum untuk masyarakat setempat, seperti kafe dan ruang pertemuan. Masjid yang dibuka pada April 2019 itu telah menjadi standar ikonik untuk semua tempat ibadah di Inggris.
Mualaf yang Mendalami Ajaran TasawufMengutip Arab News, Timothy merupakan seorang mualaf yang mendalami ajaran tasawuf. Semenjak remaja, dia sudah senang mengkaji berbagai pemikiran global. Dia senang belajar hal-hal baru, dan kadang duduk sambil membaca dan merenung pada malam hari. Itu dia lakukan saat teman-teman seusianya sibuk berpesta di malam hari.
Dia lahir dari keluarga pendeta. “Kakek saya berasal dari generasi terakhir yang mengambil sumpah pertarakan,” kata Winter, dikutip Arab News.
Pada era 1960-an dan 1970-an, Timothy menyaksikan banyak masyarakat Inggris berkunjung ke Afganistan dan India untuk mencari pengalaman spiritual. Dia pun berpikir demikian dan tertarik melakukan perjalanan spiritual untuk mengobati kegelisahannya.
Baca Juga: Syekh Hamza Yusuf Dirikan Universitas Islam Pertama di Amerika
Dia mengaku kecewa dengan ajaran mayoritas di Inggris dan atheisme. Dia menyebut ajaran tersebut tidak bisa mengobati penyakit moral masyarakat. Kegelisahan itu yang mengantar Timothy mempelajari kitab-kitab suci.
Dia pertama kali mengenal agama Islam saat belajar bahasa Arab di Pembroke College Universitas Cambridge pada akhir 1970-an. Setelah lulus, dia berkunjung ke Timur Tengah.
Dia pernah tinggal selama enam tahun di Yordania dan Mesir. Dia negara tersebut, dia mendalami ajaran Islam, yang membuatnya mendapat kedudukan sebagai cendekiawan muslim.
Pada 2010 lalu, Timothy masuk dalam jajaran 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia dalam daftar yang diterbitkan Pusat Studi Strategis Kerajaan Islam yang berbasis di Yordania. Ruang kerja di Cambridge Muslim College, dikelilingi oleh rak-rak berisi buku-buku dan meja yang penuh dengan kertas.
(jqf)