home community

Mengenang Kebakaran di Islamic Center Victoria, Pusat Islamofobia di Amerika

Selasa, 31 Januari 2023 - 08:10 WIB
Mengenang Kebakaran di Islamic Center Victoria, Pusat Islamofobia di Amerika. Foto: Istimewa.
Enam tahun telah berlalu setelah insiden Islamic Center Victoria, Texas, Amerika Serikat hangus terbakar. Meski begitu, komunitas muslim di sana tetap bersikap positif, namun mereka juga berhati-hati terkait keselamatan diri yang mengancam akibat maraknya fenomena Islamofobia.

Salah satu anggota Islamic Center Victoria, Shahid Hashmi mengatakan, insiden tersebut membuat iman para muslim setempat semakin kuat. Walaupun dihantui oknum-oknum pembenci Islam yang kerap berbuat anarkis hingga tak segan membakar masjid.

“Soal kekhawatiran tentang Islamofobia dan sebagainya, kita harus ekstra waspada, ekstra hati-hati. Kami dulu membuka pintu, sekarang kami mengunci pintu.” kata Shahid dikutip dari About Islam, Selasa (31/1/2023).

Untuk informasi, masjid tersebut dibakar pada 28 Januari 2017. Tersangka dari insiden pembakaran masjid itu bernama Marq Vincent Perez. Kini dia tengah menjalani hukuman penjara selama 24,5 tahun.

Shahid masih ingat bagaimana ratusan warga Victoria mengunjungi reruntuhan masjid yang terbakar untuk menunjukkan solidaritas dan persatuan. Saat ini Victoria Islamic Center telah kembali berdiri namun dengan tidak membuka pintu untuk masyarakat umum, hal ini merupakan sikap waspada terhadap islamofobia.

Masing-masing jamaah pun memiliki kunci pintu masjid sebagai akses ke masjid. Meski begitu, para jamaah menjalin hubungan baik dengan masyarakat setempat yang menganut keyakinan berbeda.

“Siapa yang bisa melupakan? Itu sangat sulit. Kami telah berada di sini di Victoria selama lebih dari 15 tahun saat itu dan tidak pernah memiliki masalah dengan siapa pun.” ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
combat islamophobia islamofobia amerika serikat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya