Seri Pemikiran Islam
Syarat Menjadi Manusia Menurut Muthahhari: Akal dan Iman
Fajar adhitya
Rabu, 01 Februari 2023 - 05:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Murtadha Muthahhari (1920-1979 M) adalah seorang filsuf dan ulama yang begitu besar pengaruhnya terhadap perkembangan pembaharuan pemikiran Islam. Murtadha Muthahhari adalah salah satu tokoh sentral yang meletakkan dasar intelektual Revolusi Islam Iran.
Sebelum revolusi, perjuangan intelektual yang dilakukan Muthahhari untuk menghadang gerakan Marxist di Iran memegang peran penting dalam mempertahankan konsistensi pemikiran di kalangan pemuda Iran. Dia juga termasuk salah seorang pendiri Husainiyah Irsyad.
Bersama Ali Syariati dan Sayyed Hossein Nasr, Muthahhari merancang Husainiyah Irsyad sebagai salah satu tempat yang paling penting dalam penyebaran ajaran-ajaran Islam. Dia menjabat sebagai kepala Dewan Revolusi hingga hari wafatnya.
Baca juga:Ornamen Kubah Masjid Sheikh Zayed Rusak Akibat Hujan Lebat
Salah satu kegiatan intelektual yang sering dilakukan oleh Muthahhari adalah memaparkan dan menjelaskan doktrin Islam dan Syiah. Hari kematian Muthahhari dianggap sebagai "Hari Guru" di Iran dan setiap tahunnya selalu dirayakan dan diperingati oleh masyarakat.
Sebagian besar pendidikannya dijalani pada pusat pendidikan Qum, tempat yang banyak melahirkan ulama dan intelektual. Dalam Fundamentals of Islamic Thought: God, Man and the Universe, dia menunjukkan pemahamannya yang mendalam dan penelitian yang cermat tentang iman, pandangan dunia tauhid, filsafat, ruh, materi, dan kehidupan.
Dalam kumpulan esainya itu, Muthahhari menguraikan empat tema pokok mengenai dasar pemikiran Islam tentang Tuhan, Manusia, dan Alam Semesta. Keempat tema tersebut yakni, Manusia dan Iman, World View Tauhid, Filsafat, kemudian Roh, Materi dan Kehidupan dengan penjelasan rinci pada masing-masing sub tema.
Sebelum revolusi, perjuangan intelektual yang dilakukan Muthahhari untuk menghadang gerakan Marxist di Iran memegang peran penting dalam mempertahankan konsistensi pemikiran di kalangan pemuda Iran. Dia juga termasuk salah seorang pendiri Husainiyah Irsyad.
Bersama Ali Syariati dan Sayyed Hossein Nasr, Muthahhari merancang Husainiyah Irsyad sebagai salah satu tempat yang paling penting dalam penyebaran ajaran-ajaran Islam. Dia menjabat sebagai kepala Dewan Revolusi hingga hari wafatnya.
Baca juga:Ornamen Kubah Masjid Sheikh Zayed Rusak Akibat Hujan Lebat
Salah satu kegiatan intelektual yang sering dilakukan oleh Muthahhari adalah memaparkan dan menjelaskan doktrin Islam dan Syiah. Hari kematian Muthahhari dianggap sebagai "Hari Guru" di Iran dan setiap tahunnya selalu dirayakan dan diperingati oleh masyarakat.
Sebagian besar pendidikannya dijalani pada pusat pendidikan Qum, tempat yang banyak melahirkan ulama dan intelektual. Dalam Fundamentals of Islamic Thought: God, Man and the Universe, dia menunjukkan pemahamannya yang mendalam dan penelitian yang cermat tentang iman, pandangan dunia tauhid, filsafat, ruh, materi, dan kehidupan.
Dalam kumpulan esainya itu, Muthahhari menguraikan empat tema pokok mengenai dasar pemikiran Islam tentang Tuhan, Manusia, dan Alam Semesta. Keempat tema tersebut yakni, Manusia dan Iman, World View Tauhid, Filsafat, kemudian Roh, Materi dan Kehidupan dengan penjelasan rinci pada masing-masing sub tema.