NU Masuki Usia 1 Abad, Sejarawan: Harus Bersihkan Unsur Liberal di Internal
Muhajirin
Kamis, 02 Februari 2023 - 16:50 WIB
Bendera Nahdlatul Ulama (foto: nu.or.id)
Ulama dan Sejarawan, Dr Tiar Anwar Bachtiar, menilai Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu ormas keagamaan yang menaungi banyak ulama di Indonesia.
Oleh karena itu,Doktor Sejarah lulusan Universitas Indonesia (UI) ini menyebutkan bahwa NU perlu membersihkan unsur-unsur yang bisa merusak tubuh NU dari dalam.
“NU dapat secara internal membersihkan unsur-unsur destruktif yang bisa saja mengancam NU di dalam dirinya yaitu berupa pencegahan terhadap munculnya pemikiran yang nyeleneh dan sesat,” kata Tiar kepada Langit7.id, Rabu (1/2/2023).
Baca Juga:Puan Harap NU Warnai Kehidupan Global di Usia 1 Abad
Menurut Tiar, jika unsur destruktif itu tidak dibersihkan, maka bisa saja meruntuhkan marwah dan wibawa NU dari dalam. Seperti munculnya pemikiran-pemikiran sekuler, liberal, dan pluralisme.
“Pemikiran sesat itulah yang sebenarnya ditolak oleh NU,” imbuh Tiar.
Selain itu, Tiar juga berharap NU menurunkan tensinya dalam menghadapi kelompok yang mereka sebut wahabi. Perlu ada pendekatan baru, sebab konflik di internal umat Islam itu bisa mencegah persatuan terwujud.
Oleh karena itu,Doktor Sejarah lulusan Universitas Indonesia (UI) ini menyebutkan bahwa NU perlu membersihkan unsur-unsur yang bisa merusak tubuh NU dari dalam.
“NU dapat secara internal membersihkan unsur-unsur destruktif yang bisa saja mengancam NU di dalam dirinya yaitu berupa pencegahan terhadap munculnya pemikiran yang nyeleneh dan sesat,” kata Tiar kepada Langit7.id, Rabu (1/2/2023).
Baca Juga:Puan Harap NU Warnai Kehidupan Global di Usia 1 Abad
Menurut Tiar, jika unsur destruktif itu tidak dibersihkan, maka bisa saja meruntuhkan marwah dan wibawa NU dari dalam. Seperti munculnya pemikiran-pemikiran sekuler, liberal, dan pluralisme.
“Pemikiran sesat itulah yang sebenarnya ditolak oleh NU,” imbuh Tiar.
Selain itu, Tiar juga berharap NU menurunkan tensinya dalam menghadapi kelompok yang mereka sebut wahabi. Perlu ada pendekatan baru, sebab konflik di internal umat Islam itu bisa mencegah persatuan terwujud.