LANGIT7.ID, Jakarta - Ulama dan Sejarawan, Dr Tiar Anwar Bachtiar, menilai Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu ormas keagamaan yang menaungi banyak ulama di Indonesia.
Oleh karena itu, Doktor Sejarah lulusan Universitas Indonesia (UI) ini menyebutkan bahwa NU perlu membersihkan unsur-unsur yang bisa merusak tubuh NU dari dalam.
“NU dapat secara internal membersihkan unsur-unsur destruktif yang bisa saja mengancam NU di dalam dirinya yaitu berupa pencegahan terhadap munculnya pemikiran yang nyeleneh dan sesat,” kata Tiar kepada Langit7.id, Rabu (1/2/2023).
Baca Juga: Puan Harap NU Warnai Kehidupan Global di Usia 1 Abad
Menurut Tiar, jika unsur destruktif itu tidak dibersihkan, maka bisa saja meruntuhkan marwah dan wibawa NU dari dalam. Seperti munculnya pemikiran-pemikiran sekuler, liberal, dan pluralisme.
“Pemikiran sesat itulah yang sebenarnya ditolak oleh NU,” imbuh Tiar.
Selain itu, Tiar juga berharap NU menurunkan tensinya dalam menghadapi kelompok yang mereka sebut wahabi. Perlu ada pendekatan baru, sebab konflik di internal umat Islam itu bisa mencegah persatuan terwujud.
Baca Juga: NU Berperan Teguhkan Tradisi Keislaman dan Politik di Indonesia
“Memang kita tahu, bahwa dai Wahabi ini banyak juga menyerang NU, dan ini tentu saja tidak baik. Tetapi, dari internal NU sendiri perlu memperluas pada strategi yang lain, selain menyerang secara terbuka, tapi ini juga perlu ada dialog,” ucap Ustadz Tiar.
Tiar juga melihat NU sebagai salah satu organisasi keagamaan yang sudah berusia cukup lama. Sudah mencapai usia satu abad berdasarkan kalender hijriah. Dengan usia selama itu, NU terlihat semakin matang dalam menjalankan organisasi dan sudah menemukan tempat di tingkat nasional dan dunia internasional.
“Saya kira tentu berkat estafet kepemimpinan yang berkesinambungan menguatkan dan menjadikan NU ini menjadi satu organisasi yang cukup diperhitungkan, baik di Indonesia maupun di dunia,” ungkap Tiar.
Baca Juga: KH Said Aqil Harap Presiden Indonesia Berasal dari NU
Maka itu, Ustadz Tiar berharap NU bisa memperluas dan memperkokoh kerjasama dengan ormas lain. Indonesia memiliki banyak ormas Islam dan perlu bersatu untuk menyusun satu kekuatan.
“Saya kira NU sebagai salah satu kekuatan berkumpulnya para ulama, di NU ini saya saya sebagai salah satu pengurus PP Persis tentu berharap semakin memperluas dan memperkokoh kerja sama dengan ormas-ormas lain,” pungkas Tiar.
(jqf)