Masjid Bersejarah Turki Tetap Bertahan Meski Diguncang Gempa Berkali-Kali
Fajar adhitya
Selasa, 07 Februari 2023 - 20:09 WIB
Kondisi Masjid Yeni yang dibangun di lokasi Masjid Haji Yusuf di tahun 2017 sebelum gempa tahun 2020 dan 2023 ini. Foto: iStock.
Turki diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,8 yang berpusat di 23 kilometer timur Nurdagi, di provinsi Gaziantep. Korban meninggal diperkirakan lebih dari 5.000 orang per Selasa (7/2/2023).
Getaran gempa meratakan hampir semua bangunan kota di kawasan Anatolia Timur. Setidaknya sebanyak 2.818 bangunan runtuh akibat gempa Senin kemarin, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.
Baca juga: Hercules Ketemu UAS di Masjid Nabawi, Akrab dan Ngobrol Santai
Salah satu yang terdampak adalah masjid bersejarah The Haji Yusuf Mosque yang berdiri di pusat kota Malatya. Masjid ini juga dikenal sebagai “Great Earthquake Mosque” atau Masjid Gempa Besar.
#(Gempa yang terjadi di Turki pada Senin (6/2/2023) berdampak pada sejumlah bangunan termasuk Masjid Gempa Besar di Malatya. Foto: Daily Sabah)#
Gempa pada Senin (6/2/2023) menjadi kali keempat sebagai gempa yang merusak situs bersejarah itu. Nama Masjid Gempa Besar tercetus setelah gempa bumi besar yang melanda wilayah tersebut pada tahun 1864 dan membuatnya rusak parah.
Masjid kemudian dibangun dengan donasi publik dan kontribusi Sultan Abdülhamid II membuatnya kembali melayani jamaah pada 1913.
Getaran gempa meratakan hampir semua bangunan kota di kawasan Anatolia Timur. Setidaknya sebanyak 2.818 bangunan runtuh akibat gempa Senin kemarin, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.
Baca juga: Hercules Ketemu UAS di Masjid Nabawi, Akrab dan Ngobrol Santai
Salah satu yang terdampak adalah masjid bersejarah The Haji Yusuf Mosque yang berdiri di pusat kota Malatya. Masjid ini juga dikenal sebagai “Great Earthquake Mosque” atau Masjid Gempa Besar.
#(Gempa yang terjadi di Turki pada Senin (6/2/2023) berdampak pada sejumlah bangunan termasuk Masjid Gempa Besar di Malatya. Foto: Daily Sabah)#
Gempa pada Senin (6/2/2023) menjadi kali keempat sebagai gempa yang merusak situs bersejarah itu. Nama Masjid Gempa Besar tercetus setelah gempa bumi besar yang melanda wilayah tersebut pada tahun 1864 dan membuatnya rusak parah.
Masjid kemudian dibangun dengan donasi publik dan kontribusi Sultan Abdülhamid II membuatnya kembali melayani jamaah pada 1913.