Melihat Permukiman Mekkah Kuno Era Nabi Muhammad (1)
Fajar adhitya
Rabu, 25 Agustus 2021 - 19:55 WIB
Lingkungan permukiman Nabi Muhammad pada zaman dulu. (Foto: Istimewa).
Mekkah hari ini terlihat sangat gemerlip, padat sesak dengan beridirnya gedung-gedung pencakar langit, hotel-hotel mewah, dan cahaya lampu di sana-sini. Dari citra satelit Google Earth, area Masjidil Haram merupakan kawasan yang paling bersinar di negara padang pasir.
Secara gografis, Mekkah berdiri di lembah sunyi yang dikelilingi tujuh pegunungan karang nan tandus. Panjang lembah barat ke timur sekitar tiga kilometer, sedangkan panjang lembah utara ke selatan sekitar 1,5 kilometer.
Gunung-gunung besar yang mengelilingi kota suci menjadi saksi bisu ribuan peristiwa bersejarah selama berabad-abad. Kalau bisa berbicara, pegunungan itu akan bercerita tentang bagaimana lahan tandus menjelma menjadi kota kosmopolitan yang nyaman bagi para peziarah.
Pegunungan yang mengelilingi kota kelahiran Rasulullah ini di antaranya Abu Qubais pada bagian timur, Abi Badidah dan Khundamah pada bagian selatan. Lalu Al Falj, Qaiqa'an, Hindi, Lu'lu dan Kada pada bagian utara.
Karenanya, lazim bila penduduk Mekkah kuno memiliki kebiasaan mendaki dari Al-Misfalah dan turun dari daerah Al-Mallah di Masjidil Haram melalui lembah yang dikenal sebagai Ibrahim Al-Khalil. Pegunungan paling terkenal di Mekkah, Abu Qubais yang dianggap sebagai salah satu pelindung kota suci itu.
Dari gunung itulah Abu Quhafah, ayahanda Sayyidina Abu Bakar didampingi putrinya menyaksikan kedatangan puluhan ribu pasukan Rasulullah saat peristiwa Fathu Mekkah. Di gunung itu pula Rasulullah memperlihatkan mukijzatnya membelah bulan.
Seorang peneliti asal Kuwait, Abdulaziz (Binimad) Al Ateeqi mencoba mereka ulang pemukiman kuno Mekkah masa kehidupan Rasulullah salallahu alaihi wasalllam. Dia menulis buku Makkah at The Time of Prophet Muhammad dan membuat situs interaktif sirahmaps.com.
Secara gografis, Mekkah berdiri di lembah sunyi yang dikelilingi tujuh pegunungan karang nan tandus. Panjang lembah barat ke timur sekitar tiga kilometer, sedangkan panjang lembah utara ke selatan sekitar 1,5 kilometer.
Gunung-gunung besar yang mengelilingi kota suci menjadi saksi bisu ribuan peristiwa bersejarah selama berabad-abad. Kalau bisa berbicara, pegunungan itu akan bercerita tentang bagaimana lahan tandus menjelma menjadi kota kosmopolitan yang nyaman bagi para peziarah.
Pegunungan yang mengelilingi kota kelahiran Rasulullah ini di antaranya Abu Qubais pada bagian timur, Abi Badidah dan Khundamah pada bagian selatan. Lalu Al Falj, Qaiqa'an, Hindi, Lu'lu dan Kada pada bagian utara.
Karenanya, lazim bila penduduk Mekkah kuno memiliki kebiasaan mendaki dari Al-Misfalah dan turun dari daerah Al-Mallah di Masjidil Haram melalui lembah yang dikenal sebagai Ibrahim Al-Khalil. Pegunungan paling terkenal di Mekkah, Abu Qubais yang dianggap sebagai salah satu pelindung kota suci itu.
Dari gunung itulah Abu Quhafah, ayahanda Sayyidina Abu Bakar didampingi putrinya menyaksikan kedatangan puluhan ribu pasukan Rasulullah saat peristiwa Fathu Mekkah. Di gunung itu pula Rasulullah memperlihatkan mukijzatnya membelah bulan.
Seorang peneliti asal Kuwait, Abdulaziz (Binimad) Al Ateeqi mencoba mereka ulang pemukiman kuno Mekkah masa kehidupan Rasulullah salallahu alaihi wasalllam. Dia menulis buku Makkah at The Time of Prophet Muhammad dan membuat situs interaktif sirahmaps.com.