LANGIT7.ID, Beijing,- - Ajang kebugaran internasional
HYROX mendapat sorotan usai seorang atlet perempuan yang mengalami
buang air besar di tengah lintasan tetap diperbolehkan melanjutkan pertandingan.
Kompetisi yang digelar di
Beijing, China pada Sabtu (12/9/2026) itu langsung
viral di media sosial. Rekaman video yang memperlihatkan kaki Joanna Wietrzyk penuh dengan feses itu memicu perdebatan soal kebersihan, keselamatan peserta.
Selain itu, publik juga menyoroti keputusan panitia yang membiarkan atlet tersebut menyelesaikan perlombaan.
Baca juga: Viral di China, Atlet HYROX Cepirit di Tengah Race tapi Tetap Gas Sampai FinisUsai insiden tersebut viral, HYROX menyampaikan
permintaan maaf kepada pihak-pihak yang terdampak.
Co-founder HYROX, Moritz Fürste, mengakui pihaknya tidak menangani kejadian itu sebagaimana mestinya.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui Instagram, Fürste menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang terdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ia juga mengatakan HYROX akan segera melakukan perubahan terhadap sejumlah aturan dan memperbaiki proses penyelenggaraan acara.
Fürste menyatakan pihaknya bertanggung jawab karena tidak mengantisipasi kejadian tersebut. HYROX berkomitmen memperbaiki prosedur penyelenggaraan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Dilansir dari
BBC, respons HYROX kemudian menuai kritik dari sejumlah peserta. Sejumlah peserta bahkan menagih pengembalian biaya pendaftaran dan permintaan maaf.
Media China melaporkan, sejumlah peserta mengaku terpaksa bersentuhan dengan peralatan yang telah terkontaminasi selama perlombaan.
Joe Ho, salah satu peserta
HYROX Beijing, menilai penyelenggara perlu bertanggung jawab terhadap prosedur yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Baca juga: Cuci Tangan Pakai Sabun Turunkan Angka Kasus Diare dan ISPA"Jika organisasi mengakui bahwa ada sesuatu yang salah, mengapa tidak menawarkan pengembalian uang, kredit, atau bentuk kompensasi yang berarti kepada peserta yang terdampak?" tulis Ho.
Sebelumnya, HYROX menyatakan memiliki prosedur medis dan penanganan kontaminasi biologis yang jelas. Namun, menurut perusahaan tersebut, insiden di Beijing merupakan situasi yang tidak terduga sehingga penerapan protokol menjadi tidak jelas.
Pakar Soroti Orientasi pada HasilInsiden atlet BAB juga mendapat perhatian dari kalangan akademisi olahraga. Anthony Huang, associate professor di Department of Sport Information and Communication, National Taiwan University of Sport, mengatakan kejadian tersebut dapat mencerminkan sikap yang terlalu berorientasi pada hasil di tengah pesatnya perkembangan HYROX.
Menurut Huang, budaya olahraga yang matang tidak cukup hanya melihat siapa yang memenangkan pertandingan, tetapi juga bagaimana kemenangan tersebut diraih.
"Gagasan bahwa 'kemenangan tetaplah kemenangan' mencerminkan pandangan kompetisi yang berorientasi pada hasil. Namun, budaya olahraga yang matang tidak hanya bertanya apakah Anda menang, tetapi juga bagaimana Anda menang," ujarnya kepada BBC Chinese.
Ia juga mempertanyakan apakah perkembangan komersial HYROX berlangsung lebih cepat dibandingkan kemampuan organisasi tersebut dalam mengelola kompetisinya.
Di tengah kontroversi tersebut, identitas atlet yang terlibat dalam insiden sempat tersebar di internet. HYROX kemudian memperingatkan pengguna media sosial agar tidak melakukan intimidasi maupun ancaman kekerasan terhadap atlet tersebut.
HYROX menegaskan tidak ada tempat bagi ancaman kekerasan atau ajakan untuk menyakiti atlet di dalam komunitasnya.
Pihak yang terbukti melakukan tindakan tersebut, baik melalui komentar, pesan langsung, maupun media sosial, akan dilarang secara permanen mengikuti seluruh ajang HYROX.
Baca juga: Slow Jogging, Tren Olahraga Santai yang Baik untuk Jantung dan PikiranHYROX sendiri merupakan kompetisi kebugaran yang menggabungkan olahraga lari dan latihan fisik. Dalam setiap perlombaan, peserta secara bergantian berlari sejauh 1 kilometer dan menyelesaikan berbagai tantangan kebugaran.
Tantangan tersebut antara lain mendorong kereta luncur atau sled push, burpee jumps, rowing dalam ruangan, serta melakukan lunges sambil membawa sandbag.
(est)