LANGIT7.ID, Jakarta - Mekkah hari ini terlihat sangat gemerlip, padat sesak dengan beridirnya gedung-gedung pencakar langit, hotel-hotel mewah, dan cahaya lampu di sana-sini. Dari citra satelit Google Earth, area Masjidil Haram merupakan kawasan yang paling bersinar di negara padang pasir.
Secara gografis, Mekkah berdiri di lembah sunyi yang dikelilingi tujuh pegunungan karang nan tandus. Panjang lembah barat ke timur sekitar tiga kilometer, sedangkan panjang lembah utara ke selatan sekitar 1,5 kilometer.
Gunung-gunung besar yang mengelilingi kota suci menjadi saksi bisu ribuan peristiwa bersejarah selama berabad-abad. Kalau bisa berbicara, pegunungan itu akan bercerita tentang bagaimana lahan tandus menjelma menjadi kota kosmopolitan yang nyaman bagi para peziarah.
Pegunungan yang mengelilingi kota kelahiran Rasulullah ini di antaranya Abu Qubais pada bagian timur, Abi Badidah dan Khundamah pada bagian selatan. Lalu Al Falj, Qaiqa'an, Hindi, Lu'lu dan Kada pada bagian utara.
Karenanya, lazim bila penduduk Mekkah kuno memiliki kebiasaan mendaki dari Al-Misfalah dan turun dari daerah Al-Mallah di Masjidil Haram melalui lembah yang dikenal sebagai Ibrahim Al-Khalil. Pegunungan paling terkenal di Mekkah, Abu Qubais yang dianggap sebagai salah satu pelindung kota suci itu.
Dari gunung itulah Abu Quhafah, ayahanda Sayyidina Abu Bakar didampingi putrinya menyaksikan kedatangan puluhan ribu pasukan Rasulullah saat peristiwa Fathu Mekkah. Di gunung itu pula Rasulullah memperlihatkan mukijzatnya membelah bulan.
Seorang peneliti asal Kuwait, Abdulaziz (Binimad) Al Ateeqi mencoba mereka ulang pemukiman kuno Mekkah masa kehidupan Rasulullah salallahu alaihi wasalllam. Dia menulis buku Makkah at The Time of Prophet Muhammad dan membuat situs interaktif sirahmaps.com.
Dalam platform tersebut, Binimad membuat representasi visual pemukiman Mekkah kuno 600 Masehi berdasar napak tilas, peta Mekkah modern dan peta lama. Termasuk peta Ottoman, peta Militer Uni Soviet, Peta Mekah Divisi Intelijen Angkatan Laut Inggris Raya 1946, peta Belanda (Belanda) C. Snouck Hurgronje 1885 dan beberapa ilustrasi Mekkah lawas serta sumber-sumber sejarah lainnya.
Dia lalu merangkai di mana rumah Rasulullah, kediaman para khalifah, pasar di masa lalu, hingga pemukiman suku-suku Quraisy. Mengetahui berapa banyak orang yang tinggal di Mekah selama masa hidup Nabi (570-632 M) bukan hanya detail yang menarik untuk dibagikan dengan teman dan keluarga.
"Ini adalah informasi penting yang dapat membantu membangun pemahaman yang lebih kaya dan lebih bernuansa tentang lingkungan di mana Nabi dan para sahabatnya tinggal," tulisnya dikutip
sirahmapas.com, Rabu (25/8/2021).
(bal)