Gempa Berdampak pada Pemilu Turki, Posisi Erdogan Terancam
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 10 Februari 2023 - 04:05 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Anadolu Agency)
Gempa Magnitudo 7,8 di Turki disebut berdampak pada kontestasi pemilihan umum (Pemilu) Turki yang rencananya digelar 14 Mei mendatang. Dampak tersebut imbas dari lambatnya penanganan pemerintah Turki dalam merespons penanganan gempa yang terjadi pada Senin (6/2) lalu.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sebelumnya telah mengumumkan bahwa tanggal 14 Mei akan menjadi tanggal pemilihan parlemen dan presiden berikutnya di Turki. Dia berencana mencalonkan kembali untuk maju sebagai Presiden Turki.
Namun, bencana gempa Turki menjadi tantangan bagi Erdogan dalam pemilihan pada Mei mendatang. Pasalnya, para korban selamat mengkritik upaya pemerintah dalam penanganan bencana yang dinilai lamban. Mereka dilanda duka mendalam dengan keterbasan makanan dan cuaca dingin ekstrem.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa Turki Tembus 12.000 Orang, Erdogan Akui Sulit Dapat Bantuan
Korban selamat, Melek (64), mengeluhkan kurangnya jumlah tim penyelamat sehingga menjadikan proses evakuasi lebih memakan waktu. "Kami selamat dari gempa, tapi kami akan mati di sini karena kelaparan atau kedinginan," katanya dilansir dari Reuters, Kamis (9/2/2023).
Kritik para warga korban gempa yang selamat dinilai dapat menjatuhkan reputasinya. Namun di sisi lain, analis justru menyebutkan hal tersebut dapat menguntungkan Erdogan. Alasannya, karena Erdogan dapat menggalang dukungan nasional seputar respons krisis dan memperkuat posisinya.
Erdogan sendiri enggan untuk menanggapi hal itu lebih lanjut. Bahkan, Erdogan mengutuk keras terkait pemanfaatan kepentingan politik dalam situasi bencana ini.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sebelumnya telah mengumumkan bahwa tanggal 14 Mei akan menjadi tanggal pemilihan parlemen dan presiden berikutnya di Turki. Dia berencana mencalonkan kembali untuk maju sebagai Presiden Turki.
Namun, bencana gempa Turki menjadi tantangan bagi Erdogan dalam pemilihan pada Mei mendatang. Pasalnya, para korban selamat mengkritik upaya pemerintah dalam penanganan bencana yang dinilai lamban. Mereka dilanda duka mendalam dengan keterbasan makanan dan cuaca dingin ekstrem.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa Turki Tembus 12.000 Orang, Erdogan Akui Sulit Dapat Bantuan
Korban selamat, Melek (64), mengeluhkan kurangnya jumlah tim penyelamat sehingga menjadikan proses evakuasi lebih memakan waktu. "Kami selamat dari gempa, tapi kami akan mati di sini karena kelaparan atau kedinginan," katanya dilansir dari Reuters, Kamis (9/2/2023).
Kritik para warga korban gempa yang selamat dinilai dapat menjatuhkan reputasinya. Namun di sisi lain, analis justru menyebutkan hal tersebut dapat menguntungkan Erdogan. Alasannya, karena Erdogan dapat menggalang dukungan nasional seputar respons krisis dan memperkuat posisinya.
Erdogan sendiri enggan untuk menanggapi hal itu lebih lanjut. Bahkan, Erdogan mengutuk keras terkait pemanfaatan kepentingan politik dalam situasi bencana ini.