Perbedaan Muhammadiyah dan NU untuk Saling Melengkapi
Muhajirin
Ahad, 12 Februari 2023 - 20:40 WIB
Ketua PP Muhammadiyah, Dr.KH. Saad Ibrahim (Dok: Muhammadiyah)
Ketua PP Muhammadiyah, Dr.KH. Saad Ibrahim, mengatakan, Muhammadiyah sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia membangun relasi yang luas dengan berbagai organisasi. Relasi itu tidak terbatas pada sesame organisasi masyarakat Islam saja.
Menurut Saad, relasi yang dibangun oleh Muhammadiyah didasarkan pada ayat 13 Surah Al-Hujurat. Ayat tersebut menegaskan, setiap manusia dilahirkan dan harus dilihat secara positif dan optimis.
“Kita harus melihat pihak lain positif dan optimistis. Ini adalah pandangan Islam yang melihat seluruh mansia yang dilahirkan itu dalam keadaan fitrah. Oleh karena itu, ini yang menjadi dasar dalam bahu-membahu dan membangun kerjasama,” kata Saad dalam acara Bincang Sudut Pandang ‘Muhammadiyah-NU Merawat Indonesia’, Sabtu (11/2/2023).
Baca Juga:KPU: Pemilih Kaum Muda Mencapai 107 Juta Orang
Saad mencontohkan hubungan baik Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Muhammadiyah memiliki hubungan yang sangat lama dan dinamis dengan NU, seperti dukungan terhadap perayaan Harlah Satu Abad NU beberapa waktu lalu.
Walaupun ada perbedaan antara Muhammadiyah dan NU, Saad menegaskan, perbedaan tersebut bukan alasan untuk memutus silaturahmi antarkedua organisasi. Sebaliknya, perbedaan itu harus dijadikan sebagai bagian untuk saling melengkapi dalam isu-isu keagamaan yang strategis.
Menurut Saad, relasi yang dibangun oleh Muhammadiyah didasarkan pada ayat 13 Surah Al-Hujurat. Ayat tersebut menegaskan, setiap manusia dilahirkan dan harus dilihat secara positif dan optimis.
“Kita harus melihat pihak lain positif dan optimistis. Ini adalah pandangan Islam yang melihat seluruh mansia yang dilahirkan itu dalam keadaan fitrah. Oleh karena itu, ini yang menjadi dasar dalam bahu-membahu dan membangun kerjasama,” kata Saad dalam acara Bincang Sudut Pandang ‘Muhammadiyah-NU Merawat Indonesia’, Sabtu (11/2/2023).
Baca Juga:KPU: Pemilih Kaum Muda Mencapai 107 Juta Orang
Saad mencontohkan hubungan baik Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Muhammadiyah memiliki hubungan yang sangat lama dan dinamis dengan NU, seperti dukungan terhadap perayaan Harlah Satu Abad NU beberapa waktu lalu.
Walaupun ada perbedaan antara Muhammadiyah dan NU, Saad menegaskan, perbedaan tersebut bukan alasan untuk memutus silaturahmi antarkedua organisasi. Sebaliknya, perbedaan itu harus dijadikan sebagai bagian untuk saling melengkapi dalam isu-isu keagamaan yang strategis.