Tim Bawah Tanah Israel Gunakan Medsos Pengaruhi Pemilu di 30 Negara
Muhajirin
Rabu, 15 Februari 2023 - 22:00 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Sebuah tim bawah tanah yang dipimpin mantan anggota pasukan khusus Israel menggunakan media sosial untuk memengaruhi pemilu di 30 negara. 'Operasi hitam' tersebut sudah dilakukan selama dua dekade terakhir.
Berdasarkan investigasi The Guardian, tim tersebut dinamai Tim Jorge, semua tim yang menjalankan layanan secara diam-diam untuk ikut campur dalam pemilu di sebuah negara. Ironisnya, mereka bisa beraksi tanpa jejak. Selain pemilu, tim ini juga menyediakan jasa untuk klien korporat.
Seorang narasumber yang berhasil diwawancarai bernama Hanan (nama samaran). Dia menyebut operasi tersebut “operasi hitam”. Layanan tersebut tersedia untuk badan intelijen, kampanye politik, dan perusahaan swasta yang ingin memanipulasi opini publik secara diam-diam. Layanan mereka sudah digunakan di seluruh Afrika, Amerika Selatan dan Tengah, serta Eropa.
Baca Juga:Gempa Berdampak pada Pemilu Turki, Posisi Erdogan Terancam
Salah satu layanan utama Tim Jorge adalah paket perangkat lunak canggih bernama Advanced Impact Media Solutions (Aims). Perangkat tersebut bisa mengontrol ribuan profil media sosial palsu di Twitter, LinkedIn, Facebook, Telegram, Gmail, Instagram, dan YouTube. Beberapa avatar bahkan memiliki akun Amazon dengan kartu kredit, dompet bitcoin, dan akun Airbnb.
Dalam investigasi tersebut, The Guardian mencontohkan satu akun palsu di Twitter dengan nama user “Canaelan”. Akun itu terlihat biasa saja dan sudah men-tweet berbagai hal seperti bola basket, klub sepakbola Tottenham Hotspur, hingga harga makanan kecil, KitKat.
Profil akun itu memperlihatkan seorang pria berambut pirang yang tampak ramah dengan janggut dan kacamata pendek. Gambar profil diberi latar belakang burung hantu yang berkedip untuk menambah kesan asli.
Berdasarkan investigasi The Guardian, tim tersebut dinamai Tim Jorge, semua tim yang menjalankan layanan secara diam-diam untuk ikut campur dalam pemilu di sebuah negara. Ironisnya, mereka bisa beraksi tanpa jejak. Selain pemilu, tim ini juga menyediakan jasa untuk klien korporat.
Seorang narasumber yang berhasil diwawancarai bernama Hanan (nama samaran). Dia menyebut operasi tersebut “operasi hitam”. Layanan tersebut tersedia untuk badan intelijen, kampanye politik, dan perusahaan swasta yang ingin memanipulasi opini publik secara diam-diam. Layanan mereka sudah digunakan di seluruh Afrika, Amerika Selatan dan Tengah, serta Eropa.
Baca Juga:Gempa Berdampak pada Pemilu Turki, Posisi Erdogan Terancam
Salah satu layanan utama Tim Jorge adalah paket perangkat lunak canggih bernama Advanced Impact Media Solutions (Aims). Perangkat tersebut bisa mengontrol ribuan profil media sosial palsu di Twitter, LinkedIn, Facebook, Telegram, Gmail, Instagram, dan YouTube. Beberapa avatar bahkan memiliki akun Amazon dengan kartu kredit, dompet bitcoin, dan akun Airbnb.
Dalam investigasi tersebut, The Guardian mencontohkan satu akun palsu di Twitter dengan nama user “Canaelan”. Akun itu terlihat biasa saja dan sudah men-tweet berbagai hal seperti bola basket, klub sepakbola Tottenham Hotspur, hingga harga makanan kecil, KitKat.
Profil akun itu memperlihatkan seorang pria berambut pirang yang tampak ramah dengan janggut dan kacamata pendek. Gambar profil diberi latar belakang burung hantu yang berkedip untuk menambah kesan asli.