Menilik Konsep Ekonomi Hijau Berdasarkan Sains dan Kajian Islam
Mahmuda attar hussein
Kamis, 16 Februari 2023 - 22:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Ekonomi hijau merupakan konsep ekonomi berkelanjutan yang berfokus kepada lingkungan. Dalam konsep ini, terdapat aspek ekohidrologi yang tak bisa diabaikan.
Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) University dari Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA, Muh Taufik mengungkapkan, ekohidrologi memiliki peranan penting, terutama dalam penerapan ekonomi hijau. Pasalnya, ekohidrologi berfokus pada dampak dan fungsi perubahan siklus air terhadap ekosistem, begitu juga sebaliknya.
"Pemahaman ekohidrologi harus mengintegrasikan berbagai ilmu terkait sains. Mulai dari cuaca, aliran air dan berbagai variabel yang penting dari ekohidrologi," kata Taufik seperti dilansir dari laman IPB, Kamis (16/2/2023).
Baca Juga:Pemerintah Terus Mendorong Penerapan Ekonomi Hijau hingga 2060
Menurutnya, vegetasi dalam lingkup ekohidrologi mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan membantu memperlancar infiltrasi ke tanah. Selain itu juga membantu menurunkan risiko limpasan air, erosi, dan kekeruhan air sungai.
Untuk itu, dia meminta agar fungsi ekohidrologi ini harus terus dijaga. Terlebih, kondisi lahan gambut di Indonesia sangat memprihatinkan, di mana lebih dari 12 juta hektare, sekitar dua juta hektarenya telah terdegradasi.
"Dalam konsep ekonomi hijau, kita harus menyeimbangkan antara kebutuhan ekologi dan pertumbuhan ekonomi agar terjadi kestabilan ekonomi dan lingkungan," ujar Taufik.
Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) University dari Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA, Muh Taufik mengungkapkan, ekohidrologi memiliki peranan penting, terutama dalam penerapan ekonomi hijau. Pasalnya, ekohidrologi berfokus pada dampak dan fungsi perubahan siklus air terhadap ekosistem, begitu juga sebaliknya.
"Pemahaman ekohidrologi harus mengintegrasikan berbagai ilmu terkait sains. Mulai dari cuaca, aliran air dan berbagai variabel yang penting dari ekohidrologi," kata Taufik seperti dilansir dari laman IPB, Kamis (16/2/2023).
Baca Juga:Pemerintah Terus Mendorong Penerapan Ekonomi Hijau hingga 2060
Menurutnya, vegetasi dalam lingkup ekohidrologi mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan membantu memperlancar infiltrasi ke tanah. Selain itu juga membantu menurunkan risiko limpasan air, erosi, dan kekeruhan air sungai.
Untuk itu, dia meminta agar fungsi ekohidrologi ini harus terus dijaga. Terlebih, kondisi lahan gambut di Indonesia sangat memprihatinkan, di mana lebih dari 12 juta hektare, sekitar dua juta hektarenya telah terdegradasi.
"Dalam konsep ekonomi hijau, kita harus menyeimbangkan antara kebutuhan ekologi dan pertumbuhan ekonomi agar terjadi kestabilan ekonomi dan lingkungan," ujar Taufik.