Lapas Berbasis Pesantren, Upaya Bina Para Tahanan
Muhajirin
Rabu, 22 Februari 2023 - 20:50 WIB
Pengajian di Lapas Kelas III Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (foto: istimewa)
Lapas berbasis pesantren menjadi salah satu program dan ikhtiar Lembaga Pemasyarakatan untuk membina warga binaan agar bisa berbaur dengan masyarakat usai masa tahanan.
Hal bisa dilihat dai Lapas Kelas III Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan program lapas berbasis pesantren yang ada di tempat tersebut. Rencananya, lapas berbasis pesantren itu akan diresmikan pada (06/03/23).
“Ini merupakan terobosan yang luar biasa dari Lapas Suliki yang akan memberikan banyak hal positif bagi warga binaan,” kata Mahyeldi di Sarilamak, dikutip dariAntara, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga:Waspadai 2 Masalah Psikologis Santri di Pondok Pesantren
Menurut dia, lapas berbasis pesantren itu membuat warga binaan dapat memiliki pemahaman yang baik tentang Islam bahkan bisa sampai menghafal Al Qur’an. Tak hanya itu, di lapas tersebut ada pula program penghapusan tato dan wirid yang rutin dilaksanakan.
“Kita juga melihat ada program penghapusan tato di Lapas Suliki, mungkin kita bisa membantu alat untuk menghapus tato tersebut, sehingga program ini dapat berjalan sukses,” ujar Mahyeldi.
Hal bisa dilihat dai Lapas Kelas III Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan program lapas berbasis pesantren yang ada di tempat tersebut. Rencananya, lapas berbasis pesantren itu akan diresmikan pada (06/03/23).
“Ini merupakan terobosan yang luar biasa dari Lapas Suliki yang akan memberikan banyak hal positif bagi warga binaan,” kata Mahyeldi di Sarilamak, dikutip dariAntara, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga:Waspadai 2 Masalah Psikologis Santri di Pondok Pesantren
Menurut dia, lapas berbasis pesantren itu membuat warga binaan dapat memiliki pemahaman yang baik tentang Islam bahkan bisa sampai menghafal Al Qur’an. Tak hanya itu, di lapas tersebut ada pula program penghapusan tato dan wirid yang rutin dilaksanakan.
“Kita juga melihat ada program penghapusan tato di Lapas Suliki, mungkin kita bisa membantu alat untuk menghapus tato tersebut, sehingga program ini dapat berjalan sukses,” ujar Mahyeldi.
(jqf)