Wonder Food Indonesia, Gerakan Food Rescue dan Menutrisi Bangsa
Ajeng ritzki
Kamis, 26 Agustus 2021 - 16:30 WIB
Truk Wonder Food Indonesia saat berbagi makanan kepada masyarakat dalam misi Nourish the Country Foto: Wonder Food Indonesia
Wonder Food Indonesia adalah yayasan sosial yang peduli akan isu bahan makanan berlebih (food waste) dan nutrisi di Indonesia. Yayasan ini dibentuk pada 25 November 2018 dan telah melakukan sejumlah penyelamatan bahan makanan berlebih dengan kandungan nutrisi dan gizi yang masih layak dikonsumsi.
Dalam melakukan aksinya, Wonder Food Indonesia menjalankan dua misi utama yaitu Reduce Food Waste dan Nourish the Country. Demi mencapai pengurangan makanan terbuang sia-sia WFI melakukan food rescue, yakni kegiatan menyelamatkan bahan makanan berlebih yang bernutrisi dan masih layak konsumsi, namun berpotensi disia-siakan.
Setelah proses penyelamatan bahan makanan, WFI melakukan pengecekan kelayakan bahan makanan, seperti melihat kembali sayuran dan buah yang memiliki tampilan luar kurang bagus namun realitanya masih baik dan layak untuk dikonsumsi.
Sementara Nourish the Country merupakan cara kelompok ini berkontribusi untuk meningkatkan konsumsi nutrisi, dengan menyalurkan makanan bernutrisi dan bergizi kepada masyarakat.
Dari bahan-bahan makanan tersebut, WFI mengolahnya menjadi makanan bergizi dan bernutrisi untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Aksi WFI ini layak mendapatkan apresiasi.
Data Riset Kesehatan Nasional (Riskesdas) 2018 menyebutkan, angka stunting (pertumbuhan yang terhambat karena kurangnya nutrisi) di Indonesia berada di 30,8%. Angka ini masih jauh dari standar WHO yaitu 20%.
Itu artinya masih banyak orang kekurangan gizi di Indonesia tapi di sisi yang lain justru tak sedikit makanan terbuang percuma.
Dalam melakukan aksinya, Wonder Food Indonesia menjalankan dua misi utama yaitu Reduce Food Waste dan Nourish the Country. Demi mencapai pengurangan makanan terbuang sia-sia WFI melakukan food rescue, yakni kegiatan menyelamatkan bahan makanan berlebih yang bernutrisi dan masih layak konsumsi, namun berpotensi disia-siakan.
Setelah proses penyelamatan bahan makanan, WFI melakukan pengecekan kelayakan bahan makanan, seperti melihat kembali sayuran dan buah yang memiliki tampilan luar kurang bagus namun realitanya masih baik dan layak untuk dikonsumsi.
Sementara Nourish the Country merupakan cara kelompok ini berkontribusi untuk meningkatkan konsumsi nutrisi, dengan menyalurkan makanan bernutrisi dan bergizi kepada masyarakat.
Dari bahan-bahan makanan tersebut, WFI mengolahnya menjadi makanan bergizi dan bernutrisi untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Aksi WFI ini layak mendapatkan apresiasi.
Data Riset Kesehatan Nasional (Riskesdas) 2018 menyebutkan, angka stunting (pertumbuhan yang terhambat karena kurangnya nutrisi) di Indonesia berada di 30,8%. Angka ini masih jauh dari standar WHO yaitu 20%.
Itu artinya masih banyak orang kekurangan gizi di Indonesia tapi di sisi yang lain justru tak sedikit makanan terbuang percuma.