Kiai Ali Yafie Ulama yang Santun dan Bergaya Hidup Sederhana
Fajar adhitya
Senin, 27 Februari 2023 - 06:27 WIB
Ketum MUI 1998-2000 dan Rais Aam PBNU 1991-1992 Prof KH Ali Yafie. Foto: PBNU.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mempunyai kenangan tersendiri akan mendiang Prof KH Ali Yafie yang wafat pada Sabtu (25/2/2023) malam. Asroun Niam memandang Kiai Ali Yafie sebagai sosok ulama yang inspiratif yang patut diteladani.
"Saya ceritakan kepada anak-anak saya, pentingnya meneladani sosok beliau yang alim allamah, teguh pendirian, namun sangat santun dan tetap sederhana dalam gaya hidup…. Ahlul Jannah," kata Asrorun yang tengah beribadah umrah.
Baca juga: Wapres Sebut Kiai Ali Yafie sebagai Guru dan Seniornya di NU dan MUI
Selain itu, tambah Asrorun, Kiai Ali Yafie merupakan ulama kharismatik dengan pengetahuan yang luas. Di samping tutur kata dan kehalusan sikapnya.
"Sistematis bahasanya, sederhana penampilannya, dan teguh pendiriannya. Beliau adalah sosok ulama yang sangat dalam ilmunya, menguasai sangat mendalam tradisi keilmuan salaf, yang menjadi salah satu ciri khas ulama tradisional," imbuh Asrorun.
Namun, kata Asrorun, kita semua mafhum, pergulatan intelektual beliau merambah lintas batas tradisionalisme Islam. Beliau berbicara secara fasih sosial fikih sosial, perbankan syariah, dan juga tentang lingkungan hidup.
Sebagai seorang ulama, kehadiran belia diterima banyak kalangan Islam dari berbagai kelompok dan golong. Di Nahdlatul Ulama, Kiai Ali Yafie sempat menduduki puncak organisasi sebagai Rais Aam PBNU.
"Saya ceritakan kepada anak-anak saya, pentingnya meneladani sosok beliau yang alim allamah, teguh pendirian, namun sangat santun dan tetap sederhana dalam gaya hidup…. Ahlul Jannah," kata Asrorun yang tengah beribadah umrah.
Baca juga: Wapres Sebut Kiai Ali Yafie sebagai Guru dan Seniornya di NU dan MUI
Selain itu, tambah Asrorun, Kiai Ali Yafie merupakan ulama kharismatik dengan pengetahuan yang luas. Di samping tutur kata dan kehalusan sikapnya.
"Sistematis bahasanya, sederhana penampilannya, dan teguh pendiriannya. Beliau adalah sosok ulama yang sangat dalam ilmunya, menguasai sangat mendalam tradisi keilmuan salaf, yang menjadi salah satu ciri khas ulama tradisional," imbuh Asrorun.
Namun, kata Asrorun, kita semua mafhum, pergulatan intelektual beliau merambah lintas batas tradisionalisme Islam. Beliau berbicara secara fasih sosial fikih sosial, perbankan syariah, dan juga tentang lingkungan hidup.
Sebagai seorang ulama, kehadiran belia diterima banyak kalangan Islam dari berbagai kelompok dan golong. Di Nahdlatul Ulama, Kiai Ali Yafie sempat menduduki puncak organisasi sebagai Rais Aam PBNU.