LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa
Asrorun Niam Sholeh mempunyai kenangan tersendiri akan mendiang Prof KH Ali Yafie yang wafat pada Sabtu (25/2/2023) malam. Asroun Niam memandang
Kiai Ali Yafie sebagai sosok ulama yang inspiratif yang patut diteladani.
"Saya ceritakan kepada anak-anak saya, pentingnya meneladani sosok beliau yang
alim allamah, teguh pendirian, namun sangat santun dan tetap sederhana dalam
gaya hidup….
Ahlul Jannah," kata Asrorun yang tengah beribadah umrah.
Baca juga: Wapres Sebut Kiai Ali Yafie sebagai Guru dan Seniornya di NU dan MUISelain itu, tambah Asrorun, Kiai Ali Yafie merupakan ulama kharismatik dengan pengetahuan yang luas. Di samping tutur kata dan kehalusan sikapnya.
"Sistematis bahasanya, sederhana penampilannya, dan teguh pendiriannya. Beliau adalah sosok ulama yang sangat dalam ilmunya, menguasai sangat mendalam tradisi keilmuan salaf, yang menjadi salah satu ciri khas ulama tradisional," imbuh Asrorun.
Namun, kata Asrorun, kita semua mafhum, pergulatan intelektual beliau merambah lintas batas tradisionalisme Islam. Beliau berbicara secara fasih sosial fikih sosial, perbankan syariah, dan juga tentang lingkungan hidup.
Sebagai seorang ulama, kehadiran belia diterima banyak kalangan Islam dari berbagai kelompok dan golong. Di Nahdlatul Ulama, Kiai Ali Yafie sempat menduduki puncak organisasi sebagai Rais Aam PBNU.
Posisi atau maqam tertinggi organisasi yang disebut oleh KH Ma’ruf yang hanya bisa ditempati oleh shahibul maqam.
Baca juga: Din Syamsuddin: Kiai Ali Yafie Sosok Ulama yang Fakih"Beliau mengundurkan diri dari jabatan Rais Am demi sebuh prinsip, karena isu SDSB yang pernah menyasar pengurus tanfidziyah PBNU. Posisinya kemudian digantikan oleh KH. Ilyas Ruchiyat, pimpinan Pesantren Cipasung Tasikmalaya," terang yang baru dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sementara di MUI, Kiai Ali Yafie juga memperoleh amanah tertinggi sebagai Ketua Umum MUI, 1998 – 2000. Di Munas 2000, beliau tidak berkenan untuk diperpanjang yang kemudian digantikan oleh KH Ahmad Sahal Mahfudh.
Asrorun juga menceritakan, sosok Kiai Ali Yafie juga yang menginisiasi berdirinya Dewan Syariah Nasional (DSN) di MUI. Lembaga yang secara khusus bertugas membahas dan menetapkan fatwa-fatwa produk ekonomi dan keuangan syariah. Kiai Ali Yafie pun ditunjukn menjadi Ketua DSN MUI yang pertama.
"Beliau menjadi Ketua DSN MUI yang pertama. Tanda tangan beliau sebagai Ketua DSN terabadikan dalam Fatwa-fatwa DSN MUI di Tahun 2000," kata Asrorun dalam keterangannya di MUI Online, Senin (27/2/2023).
Di luar organisasi NU dan MUI, Kiai Ali Yafie dikenal luas sebagai cendekiawan muslim lintas batas. Pemikiran, ide, dan gagasannya modern melampaui lingkungan tradisionalnya.
Baca juga: JK Kenang Sosok Kiai Alie Yafie sebagai Ulama Rendah Hati dan Lemah LembutBeliau juga dikenal fasih dengan tradisi kitab kuning, namun juga akrab dengan tema-tema modernitas dan isu kontemporer.
"Sosoknya diterima di berbagai kelompok. Beliau juga dikenal sebagai akademisi, pernah menjabat Rektor IIQ Jakarta. Beliau juga termasuk sosok di balik lahirnya Bank Muamalat, dan menjabat sebagai Dewan Pengawas Syariah nya," tambahnya.
Banyak hal baik yang bisa diteladani dari Kiai Ali Yafie. Kedalaman ilmu, keluasan jaringan, kezuhudan, keteguhan dalam memegang prinsip, dan kesederhanaan dalam gaya hidup.
(est)