Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 11 Februari 2026
home sosok muslim detail berita

JK Kenang Sosok Kiai Alie Yafie sebagai Ulama Rendah Hati dan Lemah Lembut

fajar adhitya Ahad, 26 Februari 2023 - 10:41 WIB
JK Kenang Sosok Kiai Alie Yafie sebagai Ulama Rendah Hati dan Lemah Lembut
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla saat menjenguk mendiang Prof KH Ali Yafie di RS Premier Bintaro pada Sabtu (25/2/2023) kemarin. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla memiliki kenangan tersendiri akan mendiang Prof KH Ali Yafie. JK mulai mengenal Kiai Ali Yafie, yang pernah menjadi Ketum MUI 1998-2000 dan Rais Aam PBNU 1991-1992, sejak masa muda.

Almarhum merupakan teman dari mendiang ayahnya (Hadji Kalla). Mereka bersahabat dan pernah bersama sama membesarkan NU Sulawesi Selatan.

Baca juga: Innalillahi, Ketum MUI 1998-2000 Prof KH Ali Yafie Wafat

“Ali Yafie, adalah teman dari ayah saya Haji Kalla, pernah sama sama membesarkan NU di Sulsel,” ungkap JK dalam keterangannya, Ahad (26/2/2023).

Karena kedekatannya tersebut, keluarga Ali Yafie meminta JK untuk datang kembali ke RS Bintaro untuk melihat kondisi kesehatan almarhum yang terus menurun, pada Sabtu kemarin.

Satu minggu sebelumnya JK juga telah membesuk dan masih sempat berkomunikasi dan mendoakan almarhum.

JK menyebut KH Ali Yafie adalah seorang ahli tafsir yang rendah hati, serta memiliki perangai yang lemah lembut.

Baca juga: Jelang Ramadhan, JK Imbau Makmurkan Masjid dengan Tausiyah Damai

“Beliau seorang ahli tafsir yang rendah hati, saat berbicara suaranya pelan dan halus. Sebagai seorang ulama yang pernah memimpin MUI adalah sosok teladan seorang ulama panutan,” kenang JK.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 11 Februari 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
12:10
Ashar
15:25
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan