LANGIT7.ID - , Jakarta -
Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengeluarkan sejumlah imbauan menjelang
bulan Ramadhan 1444 Hijriah. DMI meminta seluruh masjid di Indonesia menyiapkan program tausiyah yang menghadirkan kedamaian.
"Agar masjid, mushalla, langar dan surau disemarakkan dan dimakmurkan dengan menyiapkan program tausiyah Islamiyah yang menyejukkan, memupuk persatuan dan kesatuan umat dan bangsa sejalan dengan nama fungsional masjid sebagai
jami’ yang berarti menyatukan atau yang mempersatukan umat dan bangsa," kata Ketua DMI Umum
Jusuf Kalla melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (25/2/2023).
Baca juga: DMI: Masjid Harus Jadi Titik Penyebaran Pesan Penyejuk UmatSelain itu, JK juga meminta agar masjid steril dari kepentingan politik yang berpotensi memecah persatuan dan keutuhan umat dan bangsa.
"Karena pada Ramadhan ini masyarakat dan bangsa ini sudah mulai memasuki suasana demam politik menuju pemilu 2024, maka agar gema Ramadhan dimaksimalkan untuk membangun kedamaian dan ketaqwaan sehingga semua masjid, mushalla, langar, dan surau agar disterilkan dari tarik menarik kepentingan politik dan politik kepentingan yang justru akan berpotensi memecah persatuan dan keutuhan umat dan bangsa," tambahnya.
Kemudian, DMI juga mengimbau pengurus masjid untuk memperhatikan pengaturan suara speaker masjid tidak berlebihan dan intensitas terjaga.
"Agar penggunaan
Loud Speaker masjid dengan pengaturan suara keluar tidak berlebihan, baik volume, tempo, dan intensitasnya, yaitu lima menit sebelum adzan dzuhur, ashar, maghrib, isya dan sepuluh menit sebelum adzan shubuh, sedangkan kegiatan lain menggunakan
sound sytem dalam," ujarnya.
Baca juga: DMI Sebut Masjid Harus Bisa Jadi Sarana Berbagi IlmuHal tersebut, lanjut JK, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menag Nomor 05 Tahun 2022 yang telah disepakati oleh DMI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Hal ini karena mengingat intensitas suara
loud speaker masjid, mushalla, langar, dan surau di bulan Ramadhan ini akan meningkat lebih dari biasanya, sedangkan mobilitas kehidupan masyarakat tetap menuntut kebugaran dan tempo istirahat yang cukup," lanjut JK.
DMI juga meminta DKM atau takmir masjid melaksanakan bersih-bersih bersama jamaah dan mengkondisikan suasana bulan suci Ramadhan dengan khidmat, semarak ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insyaniyah basyaniah.
Tak lupa, pengurus masjid juga diimbau untuk tetap menyampaikan pada jamaah untuk menjaga pola sehat dalam beraktivitas di masjid dan mushala selama Ramadhan.
Baca juga: DMI: Masjid Miliki Kedudukan Sentral Bagi Masyarakat Indonesia(est)