LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bidang Kerjasama Antar Lembaga, H.M Natsir Zubaidi mengatakan, masjid bagi masyarakat Indonesia memiliki kedudukan sangat sentral, menjadi tumpuan, dan tempat berkumpulnya masyarakat.
Dia mencontohkan Masjid Agung Kraton Surakarta yang berdampingan dengan istana kerajaan (kraton). Sehingga menjadi semacam format desain tata kota.
"Masjid dalam masyarakat kita, sudah menjadi semacam
community center, pusat kegiatan masyarakat, mulai dari merayakan hari-hari besar Islam, pernikahan, tempat ibadah, mensalatkan jenazah, pesta menyambut bulan suci ramadan, sampai hari Idul Fitri, Idul Adha dan lain-lain," kata Natsir kepada
Langit7.id, Kamis (22/12/2022).
Menurut dia, seiring berjalannya waktu dengan perkembangan zaman, fungsi masjid pun semakin luas tidak hanya sebagai tempat salat lima waktu saja.
Baca Juga: Ma'ruf Amin: Ajaran Islam Dorong Terwujudnya Generasi Khairu Ummah"Beberapa masjid terkemuka memiliki poliklinik, sekolah, mengadakan pelatihan, majelis taklim kaum ibu dan remaja, serta kegiatan hari-hari besar Islam dan program peduli masyarakat lainnya," ujarnya.
Natsir mengungkapkan bahwa Indonesia setidaknya memiliki jumlah masjid sebanyak 650 ribu. Kendati demikian, belum semuanya dapat terealisasikan secara multi dimensional sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam membina masjid.
Dia menyayangkan masih banyak masjid dengan bangunan megah namun sepi jamaah. Sebab keberadaan masjid biasanya dibangun karena ada jamaah yang membutuhkan tempat untuk beribadah.
"Namun dalam perubahan sosial dan mobilitas penduduk yang dinamis, bisa saja masjid dibangun terlebih dulu karena adanya perencanaan perumahan atau perencanaan tata kota, sehingga jamaah baru menyusul kemudian," ujar dia.
Baca Juga: Muhasabah Diri Tak Terbatas Waktu, Bisa Dilakukan Kapan Saja(zhd)