home edukasi & pesantren

Penganiayaan di Kalangan Remaja, Bukti Kerapuhan Keluarga di Indonesia

Selasa, 28 Februari 2023 - 10:40 WIB
Gambaran kehidupan remaja (Foto: Istimewa)
Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, menilai penganiayaan di kalangan remaja menjadi bukti adanya kerapuhan keluarga di Indonesia. Hal itu menjadi tantangan dan persoalan besar yang harus dibenahi bersama-sama.

Fathur menjelaskan, dunia saat ini sulit ditebak. Hal itumembuat generasi muda muslim di Indonesia turut mengalami degradasi. Mereka kemudian menjadi generasi stroberi yang lemah secara mental dan fisik.

Bukan hanya itu, tidak sedikit anak-anak muda saat ini yang memiliki penyakit ‘orang tua’ karena pola konsumsi yang tidak sehat. Masalah-masalah tersebut harus menjadi perhatian besar seluruh elemen bangsa, terutama tokoh yang berperan di dunia pendidikan.

Baca Juga:Ridwan Kamil Minta Muhammadiyah Lanjutkan Dakwah Berkemajuan

Fathur menyitir fenomena yang sedang viral tentang seorang anak pejabat yang melakukan penganiayaan. Peristiwa itu menyebabkan korban tidak sadarkan diri dan masih menjalani perawatan intensif.

Menurut dia, hal itu bukan tentang vitalitasnya, tetapi tentang perubahan besar dan mendasar yang di antaranya disebabkan oleh pesatnya media digital. Pesatnya media digital menerabas bilik-bilik keluarga Indonesia yang membuat anak-anak lepas dari bimbingan orang tua.

Pada titik ini, menurut Fathur, pondok pesantren menjadi lembaga pendidikan yang berperan penting dalam memperbaiki ahlak anak muda muslim. Pondok pesantren memiliki sistem pendidikan selama 24 jam.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
muhammadiyah keluarga islam remaja luka pengasuhan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya