Kemenag Salurkan Bantuan Rp13,2 Miliar untuk 64 Madrasah Terdampak Gempa Cianjur
Andi Muhammad
Kamis, 02 Maret 2023 - 23:30 WIB
Salah satu madrasah di Cianjur yang terdampak gempa bumi beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Kemenag)
Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan berupa dana sebesar Rp.13,2 miliar untuk 64 madrasah terdampak gempa Cianjur, Jawa Barat. Bantuan disalurkan merupakan bentuk kepedulian dari pihak Kemenag kepada korban gempa Cianjur terutama untuk lembaga pendidikan Islam.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan, dana bantuan bersumber program Realizing Education’s Promise- Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) atau yang lebih dikenal dengan Madrasah Reform.
"Anggaran 13,2 miliar akan disalurkan ke 64 madrasah, terdiri atas 6 Madrasah Aliyah, 22 Madrasah Tsanawiyah, 21 Madrasah Ibtidaiyah, dan 15 Raudlatul Athfal," kata Ali Ramdhani dalam keterangannya, Kamis (2/3/2023).
Baca Juga:Kemenag Dukung Rencana Pembangunan PTNU di IKN Nusantara
Sementara itu, Ketua Project Management Unit Realizing (PMU) REP-MEQR Abdul Rouf menambahkan, proses pencairan akan dilakukan oleh bank penyalur yang telah bekerja sama dengan Kemenag.
"Saat ini, madrasah yang akan menerima bantuan sudah menerima Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait penggunaan dana bantuan," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa proses pencairan dana tidak ada potongan sepeser pun. Tak sampai di situ, dia turut mengimbau kepada seluruh pihak untuk melaporkan bila terdapat oknum-oknum yang berani melakukan pemotongan dana bantuan.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan, dana bantuan bersumber program Realizing Education’s Promise- Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) atau yang lebih dikenal dengan Madrasah Reform.
"Anggaran 13,2 miliar akan disalurkan ke 64 madrasah, terdiri atas 6 Madrasah Aliyah, 22 Madrasah Tsanawiyah, 21 Madrasah Ibtidaiyah, dan 15 Raudlatul Athfal," kata Ali Ramdhani dalam keterangannya, Kamis (2/3/2023).
Baca Juga:Kemenag Dukung Rencana Pembangunan PTNU di IKN Nusantara
Sementara itu, Ketua Project Management Unit Realizing (PMU) REP-MEQR Abdul Rouf menambahkan, proses pencairan akan dilakukan oleh bank penyalur yang telah bekerja sama dengan Kemenag.
"Saat ini, madrasah yang akan menerima bantuan sudah menerima Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait penggunaan dana bantuan," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa proses pencairan dana tidak ada potongan sepeser pun. Tak sampai di situ, dia turut mengimbau kepada seluruh pihak untuk melaporkan bila terdapat oknum-oknum yang berani melakukan pemotongan dana bantuan.