Anak SD Bunuh Diri karena Dibully, Perundung Jangan Dianggap Sepele
Muhajirin
Jum'at, 03 Maret 2023 - 06:40 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Penulis dan Aktivis Perempuan, Kalis Mardiasih, meminta para orang tua dan pendidik untuk memberikan perhatian serius terhadap bullying atau perundungan.
Bully memiliki dampak negatif bagi perkembangan seorang anak. Kalis mencontohkan kasus bocah SD di Banyuwangi yang bunuh diri karena tahan di-bully.
Korban berinisial MR (11 tahun) sering pulang dalam keadaan murung. Menurut sang ibu, dia sering di-bully oleh teman-teman di sekolah karena yatim atau tidak punya ayah.
Baca Juga: Penyebab Perundungan Masih Terjadi di Lembaga Pendidikan
“Anak-anak yang menjadi perundung/bully seringkali disederhanakan menjadi ‘ah, namanya juga anak-anak, nggak beneran serius kok’ atau ‘begitulah anak-anak bergaul’, dianggap enggak ada intensi khusus. Faktanya bullying tidak hanya terjadi sekali dan bukan kesepakatan dua belah pihak,” kata Kalis melalui akun Twitter-nya, dikutip Jumat (3/3/2023).
Bully memiliki dampak negatif bagi perkembangan seorang anak. Kalis mencontohkan kasus bocah SD di Banyuwangi yang bunuh diri karena tahan di-bully.
Korban berinisial MR (11 tahun) sering pulang dalam keadaan murung. Menurut sang ibu, dia sering di-bully oleh teman-teman di sekolah karena yatim atau tidak punya ayah.
Baca Juga: Penyebab Perundungan Masih Terjadi di Lembaga Pendidikan
“Anak-anak yang menjadi perundung/bully seringkali disederhanakan menjadi ‘ah, namanya juga anak-anak, nggak beneran serius kok’ atau ‘begitulah anak-anak bergaul’, dianggap enggak ada intensi khusus. Faktanya bullying tidak hanya terjadi sekali dan bukan kesepakatan dua belah pihak,” kata Kalis melalui akun Twitter-nya, dikutip Jumat (3/3/2023).