Keren! Tim Riset ITB Ubah Kotoran Sapi Jadi Furnitur Cantik
Fajar adhitya
Jum'at, 03 Maret 2023 - 21:21 WIB
Lampu meja karya riset tim ITB. Foto: Istimewa.
Tim Riset Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menyulap kotoran sapi menjadi material untuk berbagai produk. Dari material ini dapat dibuat menjadi berbagai furnitur dan aksesori yang cantik.
Ide ini dicetuskan Dr. Adhi Nugraha, MA., dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Motivasinya sederhana tapi mulia, yakni mengurangi limbah kotoran kandang dan pencemarannya terhadap lingkungan.
Baca juga: Rasa Penasaran dan Haus Ilmu Antar Ilmi Raih Gelar Doktor ITB di Usia 26 Tahun
“Saya tinggal di desa di mana kebanyakan penduduk adalah peternak sapi. Untuk mengatasi limbah kotorannya, saya dapat ide untuk memanfaatkan kotoran sapi ini sebagai bahan baku agar limbah ini tidak lagi dibuang ke mana saja,” katanya dikutip laman resmi ITB, Kamis (2/3/2023).
Saat ini, riset pengolahan kotoran sapi sudah memasuki tahun kedua. Dr. Adhi bersama tim sejauh telah berhasil merancang beberapa prototipe dari material yang dibuat.
Para anggota riset terdiri dari peneliti di berbagai bidang serta para mahasiswa sebagai desainer junior. Tim memetakan tanggapan penduduk tentang kondisi lingkungan dan pengolahan kotoran sapi sebelum mulai mempersiapkan serangkaian percobaan.
Uniknya, tim juga melibatkan warga desa dalam produksi material.
Ide ini dicetuskan Dr. Adhi Nugraha, MA., dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Motivasinya sederhana tapi mulia, yakni mengurangi limbah kotoran kandang dan pencemarannya terhadap lingkungan.
Baca juga: Rasa Penasaran dan Haus Ilmu Antar Ilmi Raih Gelar Doktor ITB di Usia 26 Tahun
“Saya tinggal di desa di mana kebanyakan penduduk adalah peternak sapi. Untuk mengatasi limbah kotorannya, saya dapat ide untuk memanfaatkan kotoran sapi ini sebagai bahan baku agar limbah ini tidak lagi dibuang ke mana saja,” katanya dikutip laman resmi ITB, Kamis (2/3/2023).
Saat ini, riset pengolahan kotoran sapi sudah memasuki tahun kedua. Dr. Adhi bersama tim sejauh telah berhasil merancang beberapa prototipe dari material yang dibuat.
Para anggota riset terdiri dari peneliti di berbagai bidang serta para mahasiswa sebagai desainer junior. Tim memetakan tanggapan penduduk tentang kondisi lingkungan dan pengolahan kotoran sapi sebelum mulai mempersiapkan serangkaian percobaan.
Uniknya, tim juga melibatkan warga desa dalam produksi material.