LANGIT7.ID - , Jakarta - Tim Riset Institut Teknologi Bandung (
ITB) berhasil menyulap
kotoran sapi menjadi material untuk berbagai produk. Dari material ini dapat dibuat menjadi berbagai
furnitur dan aksesori yang cantik.
Ide ini dicetuskan Dr. Adhi Nugraha, MA., dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Motivasinya sederhana tapi mulia, yakni mengurangi limbah kotoran kandang dan pencemarannya terhadap lingkungan.
Baca juga: Rasa Penasaran dan Haus Ilmu Antar Ilmi Raih Gelar Doktor ITB di Usia 26 Tahun“Saya tinggal di desa di mana kebanyakan penduduk adalah peternak sapi. Untuk mengatasi
limbah kotorannya, saya dapat ide untuk memanfaatkan kotoran sapi ini sebagai bahan baku agar limbah ini tidak lagi dibuang ke mana saja,” katanya dikutip laman resmi ITB, Kamis (2/3/2023).
Saat ini, riset pengolahan kotoran sapi sudah memasuki tahun kedua. Dr. Adhi bersama tim sejauh telah berhasil merancang beberapa prototipe dari material yang dibuat.
Para anggota riset terdiri dari peneliti di berbagai bidang serta para mahasiswa sebagai desainer junior. Tim memetakan tanggapan penduduk tentang kondisi lingkungan dan pengolahan kotoran sapi sebelum mulai mempersiapkan serangkaian percobaan.
Uniknya, tim juga melibatkan warga desa dalam produksi material.
Masyarakat juga berharap kegiatan ini bisa menjadi tambahan penghasilan baru.
Baca juga: Kisah Muzammil Hasballah Perdalam Ilmu Quran di Tengah Kesibukan Kuliah di ITBSecara garis besar, kotoran sapi dibersihkan dengan cara dicuci menggunakan air. Lalu, ampasnya dikeringkan dan ditambahkan beberapa bahan aditif untuk menghasilkan bahan baku yang baru.
Material inilah yang digunakan dalam pembuatan bagian luar produk, seperti lampu, pengeras suara, meja kopi dan bangku. Cetakan produk tersebut disiapkan dan diisi dengan hasil pengolahan limbah sapi. Setelah kering, cetakan dicopot dan produk siap digunakan atau melalui proses finishing.
Selama pengerjaan, Dr. Adhi dan tim harus memecahkan dua permasalahan dalam membuat inovasi tersebut. Pertama, mereka harus mencari cara untuk menghilangkan bau kotoran.
Oleh karena itu, mereka coba menanggulanginya dengan berbagai proses pembersihan dan menambahkan bahan-bahan yang dapat mengurangi baunya. Mereka juga ingin mengusung produk all-natural. Untuk itu penggunaan bahan-bahan kimia dibuat seminim mungkin.
Baca juga: Cara Mudah Membersihkan Najis Pakai Sabun Buatan Anak Bangsa“Isu penting lainnya adalah patent dan sertifikasi produk agar menjamin keamanan inovasi kami, terlebihnya dalam persoalan sanitasinya,” dia menambahkan. “Tentu, riset kami sudah menunjukkan hasil yang sangat baik.”
Dia juga menyatakan pentingnya peran masyarakat dan peneliti dalam perancangan produk yang memerlukan berbagai bidang studi seperti antropologi, perteknikan, dan seni.
Sejauh ini, produk hasil tim riset Dr. Adhi telah dipamerkan di berbagai ajang pameran di dalam dan luar tanah air, contohnya ICAD 2022 di Jakarta, JIA 2022 di Bali, dan FINE 2022 di Singapura.
Banyak pengunjung yang tertarik dengan produk mereka, menawarkan mereka untuk mempromosikan karyanya di galeri mereka atau ingin membeli karya-karya mereka.
Dalam pengembangan produk ke depannya, Dr. Adhi ingin fokus mendesain produk elektronik dengan material hasil olahannya sambil menyempurnakan produk-produk yang sudah dibuat.
Baca juga: Mahasiswa Indonesia Pidato di PBB Paparkan Inovasi AI untuk Pendidikan Pengembangan bahan bakunya pun terus diteliti dengan cara menggabungkannya dengan bahan-bahan limbah lain yang mudah ditemukan secara lokal, dalam rangka mendukung konsep ekonomi sirkular.
“Semoga produk yang dibuat dapat menjadi contoh dalam pemecahan isu-isu lingkungan dan sosial agar kehidupan masyarakat sekitar lebih nyaman lewat kontribusi ekonomi dan kerjasama dengan mereka yang lancar.”
(est)