Taliban Minta Amerika Serikat Berhenti Bantu Pergi Warga Afghanistan
Muhajirin
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 11:06 WIB
Militer Amerika Serikat membantu warga Afghanistan yang hendak keluar dari negerinya. Foto: Antara
Taliban meminta Amerika Serikat (AS) berhenti membantu warga Afghanistan yang hendak pergi ke luar negeri. Namun, Pemerintah AS berharap sebaliknya.
Jennifer Rene Psaki atau akrab disapa Jen Psaki mengatakan, AS berharap warga warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk visa khusus tidak akan dilarang pergi ke Bandara Internasional Kabul. Direktur Komunikasi Gedung Putih dari 2015 sampai 2017 itu meminta agar As dapa membantu mereka yang hendak mengungsi dari Afghanistan.
Baca Juga:WHO Klaim Pasukan di Afghanistan Hanya Kuat Sepekan
Gedung Putih mengatakan, pemerintahan Biden mengharapkan warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk visa AS masih akan diizinkan meninggalkan negara itu. "Orang-orang yang kami prioritaskan yang memenuhi syarat untuk visa imigran khusus. Harapan kami adalah mereka akan dapat mencapai bandara," kata Psaki.
Namun, Taliban justru tidak menyukai langkah Negeri Paman Sam tersebut. Seorang juru bicara Taliban mengatakan, AS agar berhenti mendorong warga Afghanistan untuk pergi dan negara-negara asing berhenti membawa para ahli Afghanistan.
Baca Juga:NATO Klaim Banyak Sekutu Siap Tampung Warga Afghanistan
"Kami meminta orang-orang Amerika untuk mengubah kebijakan Anda dan tolong jangan mendorong warga Afghanistan untuk pergi. Jangan bawa mereka ke luar negeri," kata juru bicara itu, menurut terjemahan BBC.
Jennifer Rene Psaki atau akrab disapa Jen Psaki mengatakan, AS berharap warga warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk visa khusus tidak akan dilarang pergi ke Bandara Internasional Kabul. Direktur Komunikasi Gedung Putih dari 2015 sampai 2017 itu meminta agar As dapa membantu mereka yang hendak mengungsi dari Afghanistan.
Baca Juga:WHO Klaim Pasukan di Afghanistan Hanya Kuat Sepekan
Gedung Putih mengatakan, pemerintahan Biden mengharapkan warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk visa AS masih akan diizinkan meninggalkan negara itu. "Orang-orang yang kami prioritaskan yang memenuhi syarat untuk visa imigran khusus. Harapan kami adalah mereka akan dapat mencapai bandara," kata Psaki.
Namun, Taliban justru tidak menyukai langkah Negeri Paman Sam tersebut. Seorang juru bicara Taliban mengatakan, AS agar berhenti mendorong warga Afghanistan untuk pergi dan negara-negara asing berhenti membawa para ahli Afghanistan.
Baca Juga:NATO Klaim Banyak Sekutu Siap Tampung Warga Afghanistan
"Kami meminta orang-orang Amerika untuk mengubah kebijakan Anda dan tolong jangan mendorong warga Afghanistan untuk pergi. Jangan bawa mereka ke luar negeri," kata juru bicara itu, menurut terjemahan BBC.