LANGIT7.ID, Jakarta - Para sekutu NATO mengklaim siap menampung warga
Afghanistan dengan baik untuk sementara atau pun permanen. Hal tersebut disampaikan langsung Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Jumat (20/8/2021).
Berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan secara virtual soal Afghanistan bersama menteri negara-negara anggota NATO, Stoltenberg mengatakan, banyak sekutu memberikan tawaran menjadi tuan rumah bagi warga Afghanistan di negara mereka. Banyak juga sekutu mengirim pesawat ke kawasan tersebut, menerbangkan dan mengeluarkan orang-orang dari bandara.
Baca Juga: Jusuf Kalla: Taliban Saat Ini Lebih Moderat"Jadi, jika kita mengeluarkan mereka, ada banyak sekutu NATO yang akan menerima baik sementara atau sebagai pemukim permanen di negara-negara NATO," kata Stoltenberg.
Stoltenberg mengatakan, Turki bertanggung jawab atas Bandara Internasional Kabul Hamid Karzai selama bertahun-tahun dan masih memainkan peran kunci di sana. "Saya secara khusus ingin berterima kasih kepada Turki, Amerika Serikat (AS), dan Inggris atas peran vital mereka dalam memastikan keamanan bandara Kabul," ungkapnya.
Stoltenberg juga mengatakan, Pakistan memiliki tanggung jawab khusus untuk memastikan Afghanistan memenuhi kewajiban internasionalnya dan, sekali lagi, tidak menjadi rumah bagi terorisme internasional. Dia menambahkan, sekutu mengharapkan
Taliban untuk memenuhi komitmennya yang lain, termasuk menghormati aturan hak asasi manusia dan hak-hak perempuan.
"Beberapa sekutu NATO belum mengakui pemerintah baru di Afghanistan karena tidak ada pemerintah baru yang diakui, tetapi beberapa sekutu memiliki kontak taktis operasional dengan Taliban untuk memastikan situasi aman di luar bandara,” ucapnya.
Baca Juga: HNW: Kultur Keagamaan Taliban Mirip NU"Kita harus membedakan antara kontak operasional taktis semacam ini dengan Taliban, yang menurut saya diperlukan dan penting, dan pengakuan diplomatik itu adalah dua hal yang berbeda," tuturnya.
Taliban menguasai Afghanistan setelah merebut Kabul pada 15 Agustus, memaksa presiden dan pejabat tinggi lainnya meninggalkan negara itu. Pengambilalihan yang secara tiba-tiba memicu para pejabat melarikan diri dari Afghanistan, termasuk warga sipil yang membantu tentara atau kelompok asing dan sekarang mereka takut akan pembalasan Taliban. (Sumber:
Anadolu Agency)
Baca Juga:
Muhammadiyah Minta Umat Islam Sikapi Proporsional Kemenangan Taliban
Facebook, Twitter dan Linkedin Serentak Blokir Taliban(asf)