Anak Jembatan Menuju Surga, Childfree Perusak Pondasi Bangsa
Muhajirin
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 11:05 WIB
Ilustrasi keluarga bahagia.Foto: Syukron/Langit7.id
Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasyi, mengingatkan, anak merupakan jembatan menuju surga. Anak juga menjadi elemen penting dalam sebuah peradaban. Atas dasar itu, ia tak sepakat dengan konsep childfree yang lahir dari feminisme.
Prof Hamid tidak mempermasalahkan jika orang yang memutuskan childfree adalah nonmuslim. Namun akan menjadi masalah jika childfree dianut oleh seorang muslim. Ia menyebut Islam menempatkan pernikahan dan mendidik anak sebagai ibadah yang menjadikan seseorang masuk surga.
Baca Juga:Begini Cara Memiliki Keturunan Shalih dan Shalihah, Mau?
"Apa arti pernikahan? Kalau pernikahan hanya pelampiasan nafsu, itu bukan tujuan pernikahan sebagai seorang muslimah atau muslim. Dalam Islam, tujuan pernikahan adalah untuk menjaga kehormatan diri. Jika seorang menikah maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya," kata Prof Hamid dalam webinar Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Ketahanan Negara melalui aplikasi zoom, Kamis malam (26/8/2021).
Pernikahan adalah sunnah Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’I dan Abu Dawud).
“Mendidik anak memang sulit, tetap jika anda berhasil mendidik anak, pahalanya sangat besar di sisi Allah. Ini ajaran Islam. Jadi, jangan berfikir, anak ini menyusahkan,” ucap Prof. Hamid.
Baca Juga:Childfree Produk Feminisme, Konsep Gagal Gambarkan Keluarga Ideal
Prof Hamid tidak mempermasalahkan jika orang yang memutuskan childfree adalah nonmuslim. Namun akan menjadi masalah jika childfree dianut oleh seorang muslim. Ia menyebut Islam menempatkan pernikahan dan mendidik anak sebagai ibadah yang menjadikan seseorang masuk surga.
Baca Juga:Begini Cara Memiliki Keturunan Shalih dan Shalihah, Mau?
"Apa arti pernikahan? Kalau pernikahan hanya pelampiasan nafsu, itu bukan tujuan pernikahan sebagai seorang muslimah atau muslim. Dalam Islam, tujuan pernikahan adalah untuk menjaga kehormatan diri. Jika seorang menikah maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya," kata Prof Hamid dalam webinar Ketahanan Keluarga untuk Tingkatkan Ketahanan Negara melalui aplikasi zoom, Kamis malam (26/8/2021).
Pernikahan adalah sunnah Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’I dan Abu Dawud).
“Mendidik anak memang sulit, tetap jika anda berhasil mendidik anak, pahalanya sangat besar di sisi Allah. Ini ajaran Islam. Jadi, jangan berfikir, anak ini menyusahkan,” ucap Prof. Hamid.
Baca Juga:Childfree Produk Feminisme, Konsep Gagal Gambarkan Keluarga Ideal