Tas Rajut Asal Yogyakarta yang Mendunia, Tetap Berbagi Saat Pandemi
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 12:05 WIB
Ilutrasi tas rajut Yogyakarta. Foto: Langit7/Istock
Produk kerajinan tangan Indonesia memiliki nilai lebih di pasar global. Seperti produk tas rajut asal Yogyakarta, Dowa, yang memiliki pangsa pasar global di beberapa benua, seperti Asia, Amerika, dan Eropa.
Pemiliknya Delia Murwihartini mengisahkan, produknya tersebut dimulai dengan menyasar pasar ekspor terlebih dahulu, sekitaran 1990. Saat itu, ia memproduksi tas rajut untuk memenuhi permintaan kliennya di luar negeri.
“Awalnya memang saya membuat tas rajut untuk kebutuhan klien dengan merk dan brand milik mereka. Namun, seja 2008 saya mulai membuat brand Dowa ini dengan asli milik saya dan dari Indonesia. Alhamdulillah, produk ini bisa dengan cepat diminati di seluruh dunia,” ujarnya di Webinar Perempuan dan Pengelolaan UMKM, minggu ke empat Agustus 2021.
Baca juga:Menikmati Kopi Tabagsel, Dakara Berdayakan Produk UMKM
Delia mengaku, selama 18 tahun selalu membuat produk kerajinan tas rajut untuk memenuhi permintaan pasar dunia. Produk tersebut merupakan permintaan dari beberapa kliennya yang sebelumnya telah menentukan tren warna, desain, dan kualitas.
Berkat pengalamannya yang sangat matang tersebut, Delia bisa dengan mudah membuat produknya sendiri, Dowa, untuk bisa bersaing dengan mengikuti arus perkembangan. Dalam waktu singkat, permintaan tas rajut miliknya pun juga bisa cukup diminati, baik di pasar domestik mau pun global.
“Saya sangat senang sekali karena brand ini cukup bisa berkembang pesat di pasar domestik. Bahkan, dulu klien kirim desain untuk kebutuhan produk mereka, sekarang terbalik, justru dengan adanya Dowa klien kami yang minta kami yang desain untuk pasar ekspor,” ujarnya.
Pemiliknya Delia Murwihartini mengisahkan, produknya tersebut dimulai dengan menyasar pasar ekspor terlebih dahulu, sekitaran 1990. Saat itu, ia memproduksi tas rajut untuk memenuhi permintaan kliennya di luar negeri.
“Awalnya memang saya membuat tas rajut untuk kebutuhan klien dengan merk dan brand milik mereka. Namun, seja 2008 saya mulai membuat brand Dowa ini dengan asli milik saya dan dari Indonesia. Alhamdulillah, produk ini bisa dengan cepat diminati di seluruh dunia,” ujarnya di Webinar Perempuan dan Pengelolaan UMKM, minggu ke empat Agustus 2021.
Baca juga:Menikmati Kopi Tabagsel, Dakara Berdayakan Produk UMKM
Delia mengaku, selama 18 tahun selalu membuat produk kerajinan tas rajut untuk memenuhi permintaan pasar dunia. Produk tersebut merupakan permintaan dari beberapa kliennya yang sebelumnya telah menentukan tren warna, desain, dan kualitas.
Berkat pengalamannya yang sangat matang tersebut, Delia bisa dengan mudah membuat produknya sendiri, Dowa, untuk bisa bersaing dengan mengikuti arus perkembangan. Dalam waktu singkat, permintaan tas rajut miliknya pun juga bisa cukup diminati, baik di pasar domestik mau pun global.
“Saya sangat senang sekali karena brand ini cukup bisa berkembang pesat di pasar domestik. Bahkan, dulu klien kirim desain untuk kebutuhan produk mereka, sekarang terbalik, justru dengan adanya Dowa klien kami yang minta kami yang desain untuk pasar ekspor,” ujarnya.