Teleskop NASA Tangkap Fase Supernova yang Jarang Terlihat
Fajar adhitya
Rabu, 15 Maret 2023 - 09:06 WIB
Ilustrasi penampakan langka Bintang Wolf-Rayet. (Foto: Istimewa)
Penampakan langka Bintang Wolf-Rayet yang merupakan salah satu bintang paling terang, paling masif, dan paling singkat terdeteksi. Ini merupakan salah satu pengamatan pertama yang dilakukan oleh Teleskop Antariksa James Webb milik NASA pada bulan Juni 2022.
Dilansir dari laman NASA, Rabu (15/3/2023), bintang ini berada 15.000 tahun cahaya di rasi Sagittarius. Webb memperlihatkan bintang WR 124 dengan detil yang belum pernah ada sebelumnya dengan instrumen inframerahnya yang canggih.
Bintang-bintang masif berpacu dalam siklus hidupnya, dan hanya sebagian dari mereka yang mengalami fase Wolf-Rayet singkat sebelum mengalami supernova. Sehingga pengamatan detil Webb terhadap fase langka ini sangat berharga bagi para astronom.
Baca Juga:Siap-Siap Saksikan Gerhana Matahari Hibrida pada 20 April 2023
Bintang Wolf-Rayet sedang dalam proses melepaskan lapisan terluarnya, menghasilkan lingkaran gas dan debu yang khas. Bintang WR 124 bermassa 30 kali massa Matahari dan telah melontarkan materi sebesar 10 Matahari - sejauh ini.
Ketika gas yang terlontar bergerak menjauhi bintang dan mendingin, debu kosmik terbentuk dan berpendar dalam cahaya inframerah yang bisa dideteksi oleh Webb. Asal usul debu kosmik yang bisa bertahan dari ledakan supernova dan berkontribusi pada "anggaran debu" alam semesta secara keseluruhan sangat menarik bagi para astronom karena berbagai alasan.
Debu merupakan bagian integral dari cara kerja alam semesta untuk melindungi bintang-bintang yang sedang terbentuk. Mereka berkumpul bersama membantu pembentukan planet-planet, dan menjadi tempat molekul-molekul terbentuk dan menggumpal bersama, termasuk bahan penyusun kehidupan di Bumi.
Dilansir dari laman NASA, Rabu (15/3/2023), bintang ini berada 15.000 tahun cahaya di rasi Sagittarius. Webb memperlihatkan bintang WR 124 dengan detil yang belum pernah ada sebelumnya dengan instrumen inframerahnya yang canggih.
Bintang-bintang masif berpacu dalam siklus hidupnya, dan hanya sebagian dari mereka yang mengalami fase Wolf-Rayet singkat sebelum mengalami supernova. Sehingga pengamatan detil Webb terhadap fase langka ini sangat berharga bagi para astronom.
Baca Juga:Siap-Siap Saksikan Gerhana Matahari Hibrida pada 20 April 2023
Bintang Wolf-Rayet sedang dalam proses melepaskan lapisan terluarnya, menghasilkan lingkaran gas dan debu yang khas. Bintang WR 124 bermassa 30 kali massa Matahari dan telah melontarkan materi sebesar 10 Matahari - sejauh ini.
Ketika gas yang terlontar bergerak menjauhi bintang dan mendingin, debu kosmik terbentuk dan berpendar dalam cahaya inframerah yang bisa dideteksi oleh Webb. Asal usul debu kosmik yang bisa bertahan dari ledakan supernova dan berkontribusi pada "anggaran debu" alam semesta secara keseluruhan sangat menarik bagi para astronom karena berbagai alasan.
Debu merupakan bagian integral dari cara kerja alam semesta untuk melindungi bintang-bintang yang sedang terbentuk. Mereka berkumpul bersama membantu pembentukan planet-planet, dan menjadi tempat molekul-molekul terbentuk dan menggumpal bersama, termasuk bahan penyusun kehidupan di Bumi.