Hikmah Rasa Lapar saat Puasa Ramadhan
Muhajirin
Kamis, 16 Maret 2023 - 06:04 WIB
Ilustrasi hikmah menahan rasa lapar saat berpuasa di bulan Ramadhan. Foto: LANGIT7/iStock
Allah Ta’ala memerintahkan umat manusia untuk makan makanan yang halal dan baik. Perintah ini bisa ditemukan di berbagai ayat dalam Al-Qur’an. Namun, hal yang menarik adalah kalimat yang datang setelah perintah memakan makanan halal dan baik.
Kekenyangan bisa melemahkan fokus seseorang, sehingga susah untuk khusyuk dalam beribadah. Di sisi lain, cara terbaik untuk khusyuk adalah saat lapar. Itu yang menyebabkan ibadah puasa sangat istimewa.
Baca juga: Jemaah Ada yang Kelaparan, Takmir Masjid Berdosa?
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS Al-Baqarah: 168)
Praktisi Pengobatan Sunah Indonesia, Ustadz Zaidul Akbar, mengungkapkan hal menarik dari kalimat berikut perintah tersebut. Allah menghubungkan urusan makanan halal dengan status setan sebagai musuh manusia.
“Di situ ada urusan apa makanan dengan setan? Karena urutan dalam Al-Qur’an itu bukan sembarang urutan,” kata Zaidul dikutip dari salah satu tausiahnya, Kamis (16/3/2023).
Kekenyangan bisa melemahkan fokus seseorang, sehingga susah untuk khusyuk dalam beribadah. Di sisi lain, cara terbaik untuk khusyuk adalah saat lapar. Itu yang menyebabkan ibadah puasa sangat istimewa.
Baca juga: Jemaah Ada yang Kelaparan, Takmir Masjid Berdosa?
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." (QS Al-Baqarah: 168)
Praktisi Pengobatan Sunah Indonesia, Ustadz Zaidul Akbar, mengungkapkan hal menarik dari kalimat berikut perintah tersebut. Allah menghubungkan urusan makanan halal dengan status setan sebagai musuh manusia.
“Di situ ada urusan apa makanan dengan setan? Karena urutan dalam Al-Qur’an itu bukan sembarang urutan,” kata Zaidul dikutip dari salah satu tausiahnya, Kamis (16/3/2023).