Awal Ramadhan Kerap Berbeda, Ini Solusi BRIN
Fajar adhitya
Jum'at, 17 Maret 2023 - 18:39 WIB
Ilustrasi awal Ramadhan. Foto: LANGIT7/iStock
Perbedaan terkait penentuan awal Ramadhan dan hari raya masih sering diperdebatkan hingga saat ini. Perbedaan muncul bukan karena metode hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan).
Beda mekanisme penetapan awal bulan Hijriah terjadi karena perbedaan kriteria. Ilmu Astronomi hadir untuk memberikan kemudahan dalam penentuan kriteria yang bisa disepakati bersama.
Baca juga: Tahapan Sidang Isbat Awal Ramadhan 2023 dan Daftar Lokasi Rukyat di 124 Titik
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan, penentuan awal bulan memerlukan kriteria agar bisa disepakati bersama. Rukyat memerlukan verifikasi kriteria untuk menghindari kemungkinan keliru.
Sementara hisab tidak bisa menentukan masuknya awal bulan tanpa adanya kriteria. Sehingga, kriteria menjadi dasar pembuatan kalender berbasis hisab yang dapat digunakan dalam prakiraan rukyat.
Peneliti Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa kriteria hilal yang diadopsi adalah kriteria berdasarkan pada dalil syar'i tentang awal bulan dan hasil kajian astronomis yang sahih.
Baca juga: Kemenag Gelar Rukyatul Hilal Awal Zulhijah di 86 Lokasi
Beda mekanisme penetapan awal bulan Hijriah terjadi karena perbedaan kriteria. Ilmu Astronomi hadir untuk memberikan kemudahan dalam penentuan kriteria yang bisa disepakati bersama.
Baca juga: Tahapan Sidang Isbat Awal Ramadhan 2023 dan Daftar Lokasi Rukyat di 124 Titik
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan, penentuan awal bulan memerlukan kriteria agar bisa disepakati bersama. Rukyat memerlukan verifikasi kriteria untuk menghindari kemungkinan keliru.
Sementara hisab tidak bisa menentukan masuknya awal bulan tanpa adanya kriteria. Sehingga, kriteria menjadi dasar pembuatan kalender berbasis hisab yang dapat digunakan dalam prakiraan rukyat.
Peneliti Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa kriteria hilal yang diadopsi adalah kriteria berdasarkan pada dalil syar'i tentang awal bulan dan hasil kajian astronomis yang sahih.
Baca juga: Kemenag Gelar Rukyatul Hilal Awal Zulhijah di 86 Lokasi