Bisakah Ibadah Pas-Pasan Mendapat Syafaat Nabi Muhammad?
Muhajirin
Sabtu, 18 Maret 2023 - 18:00 WIB
Salat berjamaah di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Foto: iStock.
Ibadah merupakan kewajiban setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Namun, seringkali ada orang yang merasa kesulitan untuk melaksanakan ibadah dengan sempurna.
Ada orang yang kesulitan dalam menunaikan salat, ada pula yang kesulitan dalam melaksanakan puasa. Lantas, apakah ibadah pas-pasan bisa mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW?
Baca juga: Pengertian Syafaat Sesuai Keterangan Al Quran dan Hadist
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menjelaskan, meski banyak orang yang kesulitan untuk melaksanakan ibadah dengan penuh khusyuk, namun hal ini tidak berarti ibadah yang dilakukan tidak bisa mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW.
“Berinfak pas-pasan, salat dan puasa pun pas-pasan. Puasa hanya menahan lapar dan haus saja, tapi hati dan lisan tidak berpuasa. Pertanyaannya, amalan apakah yang bisa menyelamatkan kita di padang mahsyar dan dapat syafaat dari junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW,” kata Buya Yahya di salah satu tausiahnya, dikutip Sabtu (18/3/2023).
Oleh karena itu, Buya Yahya menekankan, jika belum bisa mencapai tingkatan sempurna dalam beribadah, maka upayakan fokus memaksimalkan ibadah fardhu.
Baca juga: Membawa Syafaat di Hari Kiamat, Ini Keutamaan Baca Al-Qur'an
Ada orang yang kesulitan dalam menunaikan salat, ada pula yang kesulitan dalam melaksanakan puasa. Lantas, apakah ibadah pas-pasan bisa mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW?
Baca juga: Pengertian Syafaat Sesuai Keterangan Al Quran dan Hadist
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menjelaskan, meski banyak orang yang kesulitan untuk melaksanakan ibadah dengan penuh khusyuk, namun hal ini tidak berarti ibadah yang dilakukan tidak bisa mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW.
“Berinfak pas-pasan, salat dan puasa pun pas-pasan. Puasa hanya menahan lapar dan haus saja, tapi hati dan lisan tidak berpuasa. Pertanyaannya, amalan apakah yang bisa menyelamatkan kita di padang mahsyar dan dapat syafaat dari junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW,” kata Buya Yahya di salah satu tausiahnya, dikutip Sabtu (18/3/2023).
Oleh karena itu, Buya Yahya menekankan, jika belum bisa mencapai tingkatan sempurna dalam beribadah, maka upayakan fokus memaksimalkan ibadah fardhu.
Baca juga: Membawa Syafaat di Hari Kiamat, Ini Keutamaan Baca Al-Qur'an