Menilik Perbedaan Rukyat dan Hilal, Metode Penentu Ramadhan
Muhajirin
Ahad, 19 Maret 2023 - 11:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Menjelang Ramadhan, istilah hisab dan rukyat masyhur di tengah masyarakat. Kedua istilah itu merupakan cara untuk menentukan awal Hijriyah dengan perbedaan yang cukup signifikan.
Mengutip dari laman MUI, Ahad (19/3/2023), secara bahasa, rukyat berarti “melihat”. Dalam konteks penentuan awal bulan, rukyat merujuk pada proses melihat hilal atau bulan di ufuk, baik secara langsung dengan mata kepala atau menggunakan alat bantu seperti teropong.
Dalam metode rukyat, hilal atau bulan baru harus terlihat dengan jelas untuk menentukan apakah sudah memasuki awal bulan Ramadhan atau belum.
Baca Juga:Ketahui 3 Tanda Puasa Seorang Muslim Sukses atau Gagal
Sementara, hisab secara bahasa berarti “menghitung”. Dalam konteks hisab, penentuan awal bulan didasarkan pada perhitungan ilmu falak atau astronomi untuk memastikan apakah hilal sudah muncul atau belum.
Pada metode hisab, tidak perlu melihat hilal secara langsung dengan mata kepala, cukup dengan menggunakan perhitungan matematis atau astronomi. Bahkan, dengan metode hisab, penentuan awal bulan pada tahun-tahun berikutnya bisa ditentukan sekarang.
Menurut catatan Ibnu Rusyd dalam karyanya Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid, perbedaan antar ulama dalam memilih metode rukyat atau hisab telah terjadi ejak era sahabat nabi dan tabiin.
Mengutip dari laman MUI, Ahad (19/3/2023), secara bahasa, rukyat berarti “melihat”. Dalam konteks penentuan awal bulan, rukyat merujuk pada proses melihat hilal atau bulan di ufuk, baik secara langsung dengan mata kepala atau menggunakan alat bantu seperti teropong.
Dalam metode rukyat, hilal atau bulan baru harus terlihat dengan jelas untuk menentukan apakah sudah memasuki awal bulan Ramadhan atau belum.
Baca Juga:Ketahui 3 Tanda Puasa Seorang Muslim Sukses atau Gagal
Sementara, hisab secara bahasa berarti “menghitung”. Dalam konteks hisab, penentuan awal bulan didasarkan pada perhitungan ilmu falak atau astronomi untuk memastikan apakah hilal sudah muncul atau belum.
Pada metode hisab, tidak perlu melihat hilal secara langsung dengan mata kepala, cukup dengan menggunakan perhitungan matematis atau astronomi. Bahkan, dengan metode hisab, penentuan awal bulan pada tahun-tahun berikutnya bisa ditentukan sekarang.
Menurut catatan Ibnu Rusyd dalam karyanya Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid, perbedaan antar ulama dalam memilih metode rukyat atau hisab telah terjadi ejak era sahabat nabi dan tabiin.