Filsafat UGM-UNESCO Rancang Pedoman Etis Pemanfaatan AI
Fajar adhitya
Ahad, 19 Maret 2023 - 19:00 WIB
Ilustrasi artificial inteligence. Foto: LANGIT7/iStock.
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan UNESCO menyusun pedoman soal etika penggunaan dan pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence(AI) di Indonesia. Rekomendasi etika kecerdasan buatan mengacu pada nilai-nilai Pancasila.
Masing-masing dari lima sila Pancasila disarikan menjadi lima gagasan tentangreligiusitas, kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan sosial. Selanjutnya tim dari UGM mengeksplorasi lima gagasan tersebut secara filosofis.
Baca juga: Rentan Plagiarisme, Pakar Hukum Minta Penggunaan ChatGPT Dilarang di Kampus
Rekomendasi pedoman ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi prinsip-prinsip etis pengembangan dan penggunaan AI di Indonesia. Rencananya pedoman prinsip etis penggunaan AI ini akan disosialisasikan oleh UNESCO ke semua pihak yang berkepentingan.
“Sudah selesai disusun dan sudah ada hasil rekomendasinya. Dalam waktu dekat bisa digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Dekan Filsafat UGM, Siti Murtiningsih dilansir laman resmi UGM, Ahad (19/3/2023).
Penyusunan dokumen etika penggunaan AI di Indonesia menurut Siti Murtiningsih berangkat dari keprihatinan bersama antara Fakultas Filsafat dan UNESCO. Mereka memandang pemanfaatan AI saat ini lebih banyak difokuskan pada kepentingan bisnis dan melupakan dampak sosial.
“Dalam konteks ini problem etik yang terlewat dan belum diperhatikan. Sinergi bersama ini akhirnya menyusun semacam rekomendasi naskah akademik yang disusun bersama untuk dijadikan panduan yang bisa diadopsi siapapun,” katanya.
Masing-masing dari lima sila Pancasila disarikan menjadi lima gagasan tentangreligiusitas, kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan sosial. Selanjutnya tim dari UGM mengeksplorasi lima gagasan tersebut secara filosofis.
Baca juga: Rentan Plagiarisme, Pakar Hukum Minta Penggunaan ChatGPT Dilarang di Kampus
Rekomendasi pedoman ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi prinsip-prinsip etis pengembangan dan penggunaan AI di Indonesia. Rencananya pedoman prinsip etis penggunaan AI ini akan disosialisasikan oleh UNESCO ke semua pihak yang berkepentingan.
“Sudah selesai disusun dan sudah ada hasil rekomendasinya. Dalam waktu dekat bisa digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Dekan Filsafat UGM, Siti Murtiningsih dilansir laman resmi UGM, Ahad (19/3/2023).
Penyusunan dokumen etika penggunaan AI di Indonesia menurut Siti Murtiningsih berangkat dari keprihatinan bersama antara Fakultas Filsafat dan UNESCO. Mereka memandang pemanfaatan AI saat ini lebih banyak difokuskan pada kepentingan bisnis dan melupakan dampak sosial.
“Dalam konteks ini problem etik yang terlewat dan belum diperhatikan. Sinergi bersama ini akhirnya menyusun semacam rekomendasi naskah akademik yang disusun bersama untuk dijadikan panduan yang bisa diadopsi siapapun,” katanya.