Buya Yahya: Allah Tidak Suka Orang yang Mengumbar Aibnya Sendiri
Muhajirin
Selasa, 21 Maret 2023 - 06:00 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Buya Yahyamenjelaskan, salah satu nikmat agung dan kasih sayang yang Allah berikan kepada hamba-Nya adalah privasi.
“Niscaya tidak akan ada orang senang duduk dengan sahabat, saudara, kalau bukan karena Allah menutup aib kita. Ini tanda kasih sayang Allah dan nikmat Allah yang sangat besar,” kata Buya Yahya saat menyampaikan kajian, dikutip Senin (20/3/2023).
اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Baca Juga:Tanda Sudah Siap Sambut Ramadhan, Dzahir dan Batin Bersih
"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."(QS An-Nur: 19)
Menukil Kitab An-Nahju Al-Asmaa’ fi Syarhi Asmaillahil dijelaskan, di antara nama Allah adalah As-Sittiir. Nama ini terdapat penetapannya dalam hadits yang sahih, dikisahkan oleh sahabat Ya’la bin Umayyah RA:
“Rasulullah SAW melihat seseorang mandi di tempat terbuka tanpa mengenakan kain penutup. Beliau pun naik mimbar, lalu memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Hayiyun (Yang Mahamalu), Sittir (Yang Maha Menutupi). Allah mencintai sifat malu dan sifat menutupi. Jika seseorang di antara kalian mandi, maka hendaklah dia menutupi dirinya dari pandangan orang lain.” (HR Abu Dawud, shahih).
“Niscaya tidak akan ada orang senang duduk dengan sahabat, saudara, kalau bukan karena Allah menutup aib kita. Ini tanda kasih sayang Allah dan nikmat Allah yang sangat besar,” kata Buya Yahya saat menyampaikan kajian, dikutip Senin (20/3/2023).
اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Baca Juga:Tanda Sudah Siap Sambut Ramadhan, Dzahir dan Batin Bersih
"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."(QS An-Nur: 19)
Menukil Kitab An-Nahju Al-Asmaa’ fi Syarhi Asmaillahil dijelaskan, di antara nama Allah adalah As-Sittiir. Nama ini terdapat penetapannya dalam hadits yang sahih, dikisahkan oleh sahabat Ya’la bin Umayyah RA:
“Rasulullah SAW melihat seseorang mandi di tempat terbuka tanpa mengenakan kain penutup. Beliau pun naik mimbar, lalu memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Hayiyun (Yang Mahamalu), Sittir (Yang Maha Menutupi). Allah mencintai sifat malu dan sifat menutupi. Jika seseorang di antara kalian mandi, maka hendaklah dia menutupi dirinya dari pandangan orang lain.” (HR Abu Dawud, shahih).