LANGIT7.ID - , Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (
Buya Yahya), mengungkapkan, tanda seorang muslim sudah siap menyambut kedatangan
bulan suci Ramadhan.
Saat ini, kata dia, umat Islam harus mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan dengan baik. Persiapan yang dimaksud mencakup persiapan dzahir dan persiapan batin. Persiapan dzahir misalnya membeli
mushaf Qur’an atau mengecek kondisi mushaf lama, masih baik atau sudah rusak.
Baca juga: Hikmah Rasa Lapar saat Puasa Ramadhan“Ada orang baca Qur’an setahun sekali Ramadhan, makanya setiap menjelang Ramadhan enggak sadar Qur’annya dimakan rayap karena naruhnya enggak tahu di mana. Itu harus menyesal, jangan diulangi lagi. Udah cukup tahun ini begitu, tahun depan jangan lagi,” kata Buya Yahya di salah satu tausiyahnya, Kamis (16/3/2023).
Selain itu, persiapan
batin juga sangat penting. Misalnya, saat berangkat ke pasar memperbanyak baca
istighfar selama perjalanan, salawat, dan membaca Al-Qur’an selama berdagang. Itu menunjukkan salah satu persiapan batin menyambut Ramadhan.
Menurut Buya Yahya, persiapan batin adalah hal yang lebih penting untuk dipersiapkan. Hati perlu dibersihkan dan dibangun agar dapat beramal dengan baik dan diterima oleh Allah.
Namun, bagaimana cara mempersiapkan hati?
Baca juga: Puasa Sunnah Kamis Terakhir Jelang Ramadhan“Hati harus kita bangun untuk bisa saling mencintai dengan sesama. Maksudnya, hilangkan rasa benci terhadap siapapun. Kita yang memiliki rasa benci harus menguranginya perlahan demi perlahan. Hal ini sangat penting dalam persiapan Ramadhan. Kita harus berdamai dengan semua orang,” ujar Buya Yahya.
Buya Yahya mencontohkan, dalam Ramadhan, umat Islam perlu berdamai dengan orang yang selama ini tidak disapa atau bahkan dibenci. Misalnya suami istri yang selama ini tidak akur berdamai saat Ramadhan.
“Ketika berdamai, hidup akan terasa lebih indah dan penuh cinta karena kita saling mencintai karena Allah,” ungkap Buya Yahya.
Baca juga: Tiga Keistimewaan Membaca Al-Qur'an Jelang Ramadhan(est)