Peneliti Temukan Bakteri Baru di Laut, Perkuat Dugaan Adanya Kehidupan Alien
Fajar adhitya
Senin, 20 Maret 2023 - 22:40 WIB
Ilustrasi sinar cahaya menembus laut dalam. (Foto: Langit7.id/iStock)
Para ilmuwan telah menemukan spesies bakteri baru yang tumbuh subur di dalam gumpalan-gumpalan air panas bawah laut di perairan dalam samudera-samudera di Bumi. Penelitian ini memperkuat dugaan adanya kehidupan alien di luar angkasa.
Dilansir dari Space.com, Senin (20/3/2023), mata air panas seperti itu kemungkinan juga ada di dunia samudera, seperti Europa, bulan Jupiter dan satelit Saturnus, Enceladus. Para astronom menyatakan, pengamatan ini mempertajam pemahaman tentang bentuk kehidupan alien yang mungkin ada di kedua bulan tersebut.
Bakteri yang baru ditemukan adalah Sulfurimonas pluma, termasuk dalam keluarga organisme yang sampai saat ini hanya diketahui dari ventilasi vulkanik di dasar laut Bumi. Hal itu karena tidak dapat mentolerir kadar oksigen yang tinggi dalam air di tempat lain.
Baca Juga:3 Astronot Muslim Siap Melakukan Misi Luar Angkasa
Para ilmuwan terkejut ketika menemukan anggota baru yang notabene lebih kecil dari kerabatnya. Bakteri tersebut berkembang dalam gumpalan air yang kaya oksigen, ratusan meter jauhnya dari mereka.
"Sungguh sangat menggembirakan melihat bahwa mikroorganisme ini tidak hanya berlimpah tapi juga sangat aktif di dalam gumpalan air," kata Massimiliano Molari, seorang ilmuwan di Max Planck Institute for Marine Microbiology di Jerman.
Molari adalah penulis utama studi terbaru yang menemukan bahwa S. pluma telah mengalami perubahan genetik yang unik. Itu memungkinkannya untuk tidak hanya beradaptasi, tapi juga berkembang di berbagai lingkungan di lautan Bumi.
Dilansir dari Space.com, Senin (20/3/2023), mata air panas seperti itu kemungkinan juga ada di dunia samudera, seperti Europa, bulan Jupiter dan satelit Saturnus, Enceladus. Para astronom menyatakan, pengamatan ini mempertajam pemahaman tentang bentuk kehidupan alien yang mungkin ada di kedua bulan tersebut.
Bakteri yang baru ditemukan adalah Sulfurimonas pluma, termasuk dalam keluarga organisme yang sampai saat ini hanya diketahui dari ventilasi vulkanik di dasar laut Bumi. Hal itu karena tidak dapat mentolerir kadar oksigen yang tinggi dalam air di tempat lain.
Baca Juga:3 Astronot Muslim Siap Melakukan Misi Luar Angkasa
Para ilmuwan terkejut ketika menemukan anggota baru yang notabene lebih kecil dari kerabatnya. Bakteri tersebut berkembang dalam gumpalan air yang kaya oksigen, ratusan meter jauhnya dari mereka.
"Sungguh sangat menggembirakan melihat bahwa mikroorganisme ini tidak hanya berlimpah tapi juga sangat aktif di dalam gumpalan air," kata Massimiliano Molari, seorang ilmuwan di Max Planck Institute for Marine Microbiology di Jerman.
Molari adalah penulis utama studi terbaru yang menemukan bahwa S. pluma telah mengalami perubahan genetik yang unik. Itu memungkinkannya untuk tidak hanya beradaptasi, tapi juga berkembang di berbagai lingkungan di lautan Bumi.