Komisi X DPR RI Kritisi Tingkat Literasi Indonesia Selalu Rendah
Muhajirin
Rabu, 22 Maret 2023 - 22:00 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengatakan, tingkat kegemaran membaca dan indeks literasi di Indonesia selalu menjadi sorotan karena dalam berbagai survei kerap berada di urutan bawah. Akan tetapi, perlu ada telaah terkait latar belakang angka-angka yang dianggap rendah itu.
“Tentunya kita harus lebih memahami data-data dan fakta-fakta realita dari pengukuran indeks literasi masyarakat itu dan kemudian juga tingkat kegemaran membaca,” kata Hetifah di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (21/3/2023).
Hetifah mengingatkan agar tidak salah kaprah dengan survei indeks literasi tersebut. Sebab, seolah-olah mayoritas masyarakat Indonesia tidak gemar membaca. Padahal, bisa saja mereka memiliki motivasi, tetapi ada hal lain yang membuat motivasi itu tidak terealisasi.
Baca Juga:Ketum FOZ Sebut Literatur Minim Jadi Tantangan Gerakan Zakat
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat literasi di suatu daerah adalah anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan literasi, termasuk perpustakaan. Akan tetapi, tidak semua daerah memiliki anggaran yang memadai.
“Tidak semua kepala daerah ataupun dari APBD yang misalnya dimanifestasikan dari anggaran yang dialokasikan itu cukup memadai gitu untuk pengembangan literasi, misalnya untuk perpustakaannya,” ujar Hetifah.
“Tentunya kita harus lebih memahami data-data dan fakta-fakta realita dari pengukuran indeks literasi masyarakat itu dan kemudian juga tingkat kegemaran membaca,” kata Hetifah di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (21/3/2023).
Hetifah mengingatkan agar tidak salah kaprah dengan survei indeks literasi tersebut. Sebab, seolah-olah mayoritas masyarakat Indonesia tidak gemar membaca. Padahal, bisa saja mereka memiliki motivasi, tetapi ada hal lain yang membuat motivasi itu tidak terealisasi.
Baca Juga:Ketum FOZ Sebut Literatur Minim Jadi Tantangan Gerakan Zakat
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat literasi di suatu daerah adalah anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan literasi, termasuk perpustakaan. Akan tetapi, tidak semua daerah memiliki anggaran yang memadai.
“Tidak semua kepala daerah ataupun dari APBD yang misalnya dimanifestasikan dari anggaran yang dialokasikan itu cukup memadai gitu untuk pengembangan literasi, misalnya untuk perpustakaannya,” ujar Hetifah.