LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketua Umum
Forum Zakat, Bambang Suherman menyebut salah satu tantangan yang dihadapi gerakan
zakat adalah kurangnya literatur zakat.
"Ini adalah upaya membuka akses interaksi yang intensif dari
akademisi untuk masuk langsung ke lembaga zakat melalui mahasiswa. Tentu saja pengalaman lapangan interaksi yang dilakukan di lembaga zakat mampu memberikan gambaran mengenai realitas zakat dikelola dan diimplementasikan kepada masyarakat," kata Bambang dalam sambutannya di acara Wisuda Kampus Zakat, Kamis (19/1/2023).
Baca juga: Resmikan Kampung Zakat, Menag Targetkan Tahun Ini 1.000 LokasiDia berharap program yang mempertemukan akademisi dengan praktisi di lapangan ini akan menghasilkan literatur dokumen dan pengalaman bagi mahasiswa nantinya.
"Kami berharap para mahasiswa ini menjadi Duta Informasi Zakat baru, ambassador Gerakan Zakat Indonesia. Sehingga nanti saat mahasiswa melakukan produk riset atau menjadi seseorang yang dirujuk pernyataannya maka lahir dari kombinasi antara metodologi ekstraksi gagasan di kampus dan realitas yang dijalankan saat magang di lembaga zakat. Hasilnya lebih dekat dengan realitas dan dapat dipahami masyarakat," lanjutnya.
Sementara Direktur Pembelajaran dab Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan RI, Sri Gunani Pratiwi mengatakan, program ini dapat menjadi kekuatan Muslim dan memberikan manfaat lebih luas.
"Program ini jadi ruang mahasiswa dalam mengexplore sehingga menghasilkan lulusan yang kompetitif dan mahasiswa mampu memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan leadership," ucap Sri.
Sri berharap para mahasiswa dapat melakukan self assessment, menguatkan portfolio sehingga mereka bisa menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul sesuai dengan bidangnya.
Baca juga: Kemenag: Dana Zakat Tidak Boleh Digunakan untuk Kepentingan Elektoral "Hal ini, sesuai dengan tujuan pendidikan yakni melahirkan insan merdeka yang berbudaya, berdikari, tidak bergantung pada orang lain, dan mampu menentukan masa depannya sendiri," cetusnya.
Sebagai informasi, program magang Kampus Zakat batch 3 mewisuda 137 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi di Indonesia, pada Kamis (19/1/2023) via daring. Ratusan mahasiswa tersebut magang selama satu semester di 24 Organisasi Pengelola Zakat (OPZ).
Program ini merujuk pada konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan dan Kebudayan sebagai jalan memperkuat literasi zakat.
Dalam program tersebut, Kampus Zakat telah mengkonversi 932 mata kuliah dan 2.441 SKS yang terkonversi. Sehingga saat ini akumulasi lulusan mahasiswa Kampus Zakat ada 409 mahasiswa, 2.401 mata kuliah dan 6.402 SKS yang terkonversi.
Program hasil kolaborasi Forum Zakat dan Asosiasi Program Studi Ekonomi Islam Indonesia (APSEII) ini memberikan kesempatan mahasiswa untuk magang di OPZ sebagai Amil Zakat.
Para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi pengetahuan dan kemampuan di lapangan selama satu semester, belajar dan memperluas jaringan di luar program studi dan asal kampus, menimba ilmu secara langsung dari mitra berkualitas dan terkemuka melalui kegiatan "Meet The Expert" serta kegiatan praktik di lapangan.
Baca juga: FOZ: Waspadai Penggunaan Dana Zakat demi Kepentingan Suksesi(est)