Opini
Memaknai Keberkahan Ramadan: Bulan Penempa Karakter Manusia
Imam shamsi ali - presiden nusantara foundation
Ahad, 26 Maret 2023 - 17:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Di antara keberkahan Ramadan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa bulan Ramadan dipersiapkan sebagai bulan untuk menempa karakter kemanusiaan kita. Bulan di mana setiap Muslim seharusnya melakukan apa yang saya biasa sebut “character building” (pembentukan Karakter).
Pembentukan karakter ini menjadi esensi yang mendasar dari religiusitas (keislaman) seseorang. Sehingga segala aspek keagamaan, akidah dan ibadah, akan terukur pada nilai karakter. Karakter dalam beragama dan kehidupan itulah yang disebut Al-Akhlaq.
Baca juga: Biar Puasa Makin Berkah, Perhatikan Tiga Amalan Pokok Ramadhan
Iman akan dipertanyakan di saat karakter manusia tidak tergambarkan sesuai pengakuan keimanan. Pengakuan beriman tapi tidak membangun amanah dalam kehidupan dipertanyakan.
Bahkan Rasulullah menegaskan: “tidak ada iman seseorang yang tidak amanah”.
Demikian pula ibadah-ibadah dipertanyakan (questionable) di saat tidak melahirkan karakter atau Akhlaq yang baik. Salat misalnya yang tidak mencegah perbuatan keji dan mungkar adalah Salat yang dipertanyakan. Berbagai ayat Al-Quran maupun hadits menjelaskan posisi Akhlaq dalam beragama dan kehidupan.
Rasulullah SAW terpuji secara khusus dalam Al-Quran dengan akhlaqnya: “dan sesungguhnya engkau (Muhammad) memiliki Akhlaq yang sangat agung”.
Pembentukan karakter ini menjadi esensi yang mendasar dari religiusitas (keislaman) seseorang. Sehingga segala aspek keagamaan, akidah dan ibadah, akan terukur pada nilai karakter. Karakter dalam beragama dan kehidupan itulah yang disebut Al-Akhlaq.
Baca juga: Biar Puasa Makin Berkah, Perhatikan Tiga Amalan Pokok Ramadhan
Iman akan dipertanyakan di saat karakter manusia tidak tergambarkan sesuai pengakuan keimanan. Pengakuan beriman tapi tidak membangun amanah dalam kehidupan dipertanyakan.
Bahkan Rasulullah menegaskan: “tidak ada iman seseorang yang tidak amanah”.
Demikian pula ibadah-ibadah dipertanyakan (questionable) di saat tidak melahirkan karakter atau Akhlaq yang baik. Salat misalnya yang tidak mencegah perbuatan keji dan mungkar adalah Salat yang dipertanyakan. Berbagai ayat Al-Quran maupun hadits menjelaskan posisi Akhlaq dalam beragama dan kehidupan.
Rasulullah SAW terpuji secara khusus dalam Al-Quran dengan akhlaqnya: “dan sesungguhnya engkau (Muhammad) memiliki Akhlaq yang sangat agung”.