Anak Sering Main Game Susah Diajak Shalat, Bagaimana Solusinya?
Muhajirin
Sabtu, 08 April 2023 - 13:43 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya).
Banyak orang tua kesulitan saat mengajak anak-anak untuk beribadah, terutama shalat. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kesibukan anak dalam bermain game atau gim. Kondisi ini tentu menjadi sebuah dilema bagi orang tua yang ingin mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang taat beribadah.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menyarankan agar orang tua tidak berhenti untuk terus mendidik anak-anak mereka, meski anak sudah baligh. Menurutnya, orang tua tetap memiliki kewajiban untuk mengarahkan anak-anak mereka dalam beribadah, karena hal tersebut termasuk dalam amar ma'ruf nahi munkar.
"Kalau kita membiarkan anak kita melakukan kemungkaran, kita dosa. Kita harus bisa mengingatkannya, tidak ada istilahnya berhenti atau bosan, apalagi orang yang sangat kita cintai," tegas Buya Yahya dalam sebuah kajian Ramadhan yang diikuti Langit7.id, Sabtu (8/4/2023).
Baca juga:Cara Mendidik Anak Laki-Laki Feminim atau Anak Peremupuan Tomboi
Menurut Buya Yahya, untuk mengatasi masalah ini, orang tua harus peka akan perilaku anak-anak mereka. Orang tua harus mengambil langkah-langkah untuk mengarahkan anak-anak mereka dengan bermacam-macam cara, mulai dari kelembutan hingga mencarikan teman yang baik.
"Kawan itu akan mempengaruhi. Termasuk penting sekali untuk peduli dengan kehidupan di dunia pesantren, selagi mungkin antarkan ke sana. Anak yang dipilih oleh Allah pasti akan betah di sana," ujar Buya Yahya.
Selain itu, orang tua juga harus memahami, mengajarkan shalat bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, orang tua harus berusaha untuk mendekatkan hati anak-anak mereka dengan kebaikan terlebih dahulu sebelum dengan jasadnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menyarankan agar orang tua tidak berhenti untuk terus mendidik anak-anak mereka, meski anak sudah baligh. Menurutnya, orang tua tetap memiliki kewajiban untuk mengarahkan anak-anak mereka dalam beribadah, karena hal tersebut termasuk dalam amar ma'ruf nahi munkar.
"Kalau kita membiarkan anak kita melakukan kemungkaran, kita dosa. Kita harus bisa mengingatkannya, tidak ada istilahnya berhenti atau bosan, apalagi orang yang sangat kita cintai," tegas Buya Yahya dalam sebuah kajian Ramadhan yang diikuti Langit7.id, Sabtu (8/4/2023).
Baca juga:Cara Mendidik Anak Laki-Laki Feminim atau Anak Peremupuan Tomboi
Menurut Buya Yahya, untuk mengatasi masalah ini, orang tua harus peka akan perilaku anak-anak mereka. Orang tua harus mengambil langkah-langkah untuk mengarahkan anak-anak mereka dengan bermacam-macam cara, mulai dari kelembutan hingga mencarikan teman yang baik.
"Kawan itu akan mempengaruhi. Termasuk penting sekali untuk peduli dengan kehidupan di dunia pesantren, selagi mungkin antarkan ke sana. Anak yang dipilih oleh Allah pasti akan betah di sana," ujar Buya Yahya.
Selain itu, orang tua juga harus memahami, mengajarkan shalat bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, orang tua harus berusaha untuk mendekatkan hati anak-anak mereka dengan kebaikan terlebih dahulu sebelum dengan jasadnya.