Memburu Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Seperti Beribadah Seribu Bulan
Tim langit 7
Senin, 10 April 2023 - 15:48 WIB
KH Bahauddin Nur Salim (Gus Baha).
Ulama asal Rembang, KH Bahauddin Nur Salim (Gus Baha), menjelaskan, ada banyak keistimewaanlailatul qadar. Malam tersebut lebih mulia dari seribu bulan.
Dia menjelaskan, malam Nuzulul Quran jatuh pada 17 Ramadhan, yang sudah menjadi kesepakatan ulama, sehingga tidak perlu lagi dicari. Meskipun demikian, disarankan untuk mencari lailatul qadr pada 10 akhir Ramadhan, namun ada juga ulama yang berpendapat 10 + 10, yaitu mulai dari tanggal 11.
“Keyakinan saya, yang penting dicari, tapi yakin dapat saja. Yang penting dicari, tapi yang penting yakin dapat,” kata Gus Baha dalam tausiahnya yang diunggah di media sosial saat menjelaskan tentang Lailatul Qadar.
Kunci utama untuk mendapatk lailatul qadar adalah keyakinan. Keyakinan memperoleh malam istimewa tersebut. Lagi pula, kata dia, lailatul qadar merupakan nikmat yang Allah khususkan kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Baca juga:Banyak Keutamaan, Yuk Semangat Sambut 10 Hari Terakhir Ramadhan
Umat sebelum Nabi Muhammad berusia panjang. Nabi Nuh berumur 950 tahun. Nabi Ibrahim dan nabi-nabi lain pun sangat penjang. Rasulullah lalu resah karena usia rata-rata umatnya yang pendek. Lalu, Allah merespons keresahan itu dengan memberi bonus lailatul qadar yang nilainya sama dengan seribu bulan.
“Kalau shalat menghadap kiblat, seperti umumnya orang. Kalau tidak maksiat, menurut saya dapat lailatul qadr, karena itu memang keresahan nabi yang dijawab Allah, diberi bonus. ‘Umatmu, Muhammad, meski umurnya pendek, Ku-beri ibadah lailatul qadar’,” ujar Gus Baha.
Dia menjelaskan, malam Nuzulul Quran jatuh pada 17 Ramadhan, yang sudah menjadi kesepakatan ulama, sehingga tidak perlu lagi dicari. Meskipun demikian, disarankan untuk mencari lailatul qadr pada 10 akhir Ramadhan, namun ada juga ulama yang berpendapat 10 + 10, yaitu mulai dari tanggal 11.
“Keyakinan saya, yang penting dicari, tapi yakin dapat saja. Yang penting dicari, tapi yang penting yakin dapat,” kata Gus Baha dalam tausiahnya yang diunggah di media sosial saat menjelaskan tentang Lailatul Qadar.
Kunci utama untuk mendapatk lailatul qadar adalah keyakinan. Keyakinan memperoleh malam istimewa tersebut. Lagi pula, kata dia, lailatul qadar merupakan nikmat yang Allah khususkan kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Baca juga:Banyak Keutamaan, Yuk Semangat Sambut 10 Hari Terakhir Ramadhan
Umat sebelum Nabi Muhammad berusia panjang. Nabi Nuh berumur 950 tahun. Nabi Ibrahim dan nabi-nabi lain pun sangat penjang. Rasulullah lalu resah karena usia rata-rata umatnya yang pendek. Lalu, Allah merespons keresahan itu dengan memberi bonus lailatul qadar yang nilainya sama dengan seribu bulan.
“Kalau shalat menghadap kiblat, seperti umumnya orang. Kalau tidak maksiat, menurut saya dapat lailatul qadr, karena itu memang keresahan nabi yang dijawab Allah, diberi bonus. ‘Umatmu, Muhammad, meski umurnya pendek, Ku-beri ibadah lailatul qadar’,” ujar Gus Baha.