Kangen Zainuddin MZ: Masa Berganti, Aqidah Jangan Sampai Mati
Ahmad zuhdi
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 09:05 WIB
ilustrasi waktu terus berlalu (foto: langit7.id/istock)
Masyarakat Indonesia seperti yang dikatakan Bung Karno mengalami 'up and down' atau timbul tenggelam dalam berbagai aspek kehidupan. Hal tersebut diulas almarhum KH Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya.
"350 tahun dijajah Belanda kita susah, Belanda pergi datang Jepang, lalu kita merdeka, dirongrong oleh pemberontak susah lagi, lalu PKI berontak susah lagi, muncul Orde Baru susah lagi, muncul reformasi susah lagi. Kalau susah kita ini sudah akrab, mestinya kalau sudah biasa susah seperti itu jangan kita potong kompas ambil jalan pintas," ujarnya.
Kesusahan jangan sampai menjadikan setiap manusia menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak benar, karena kalaupun kesusahan tersebut selesai sifatnya hanya sesaat, bukan penyelesaian yang sebenarnya.
"Karena itu tetaplah dalam keimanan, silakan masa berganti tapi aqidah jangan mati," katanya.
"Meskipun sampai tetes darah penghabisan, tetap Laa ilaaha Illallah. Kalau sanggup, kita harus konsekuen menjaga keimanan dalam kondisi apapun," imbuhnya.
Ia melanjutkan bahwa Allah tidak akan melihat harta, rupa, dan kedudukan manusia, tetapi yang dilihat adalah keimanan, takwa, hati, dan amal saleh. Karenanya, almarhum menyarankan bahwa menghadapi keadaan yang susah hendaknya tetap menjaga kerukunan dan persatuan.
"Rukun antar umat seagama, kedua rukun antar umat beragama. Islam ini rahmatan lil alamin, jangankan manusia, kepada hewan saja Islam memerintahkan untuk berlaku baik," ucapnya.
"350 tahun dijajah Belanda kita susah, Belanda pergi datang Jepang, lalu kita merdeka, dirongrong oleh pemberontak susah lagi, lalu PKI berontak susah lagi, muncul Orde Baru susah lagi, muncul reformasi susah lagi. Kalau susah kita ini sudah akrab, mestinya kalau sudah biasa susah seperti itu jangan kita potong kompas ambil jalan pintas," ujarnya.
Kesusahan jangan sampai menjadikan setiap manusia menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak benar, karena kalaupun kesusahan tersebut selesai sifatnya hanya sesaat, bukan penyelesaian yang sebenarnya.
"Karena itu tetaplah dalam keimanan, silakan masa berganti tapi aqidah jangan mati," katanya.
"Meskipun sampai tetes darah penghabisan, tetap Laa ilaaha Illallah. Kalau sanggup, kita harus konsekuen menjaga keimanan dalam kondisi apapun," imbuhnya.
Ia melanjutkan bahwa Allah tidak akan melihat harta, rupa, dan kedudukan manusia, tetapi yang dilihat adalah keimanan, takwa, hati, dan amal saleh. Karenanya, almarhum menyarankan bahwa menghadapi keadaan yang susah hendaknya tetap menjaga kerukunan dan persatuan.
"Rukun antar umat seagama, kedua rukun antar umat beragama. Islam ini rahmatan lil alamin, jangankan manusia, kepada hewan saja Islam memerintahkan untuk berlaku baik," ucapnya.