DPR RI: Punya Peran Sentral, Ulama Jadi Kunci Persatuan
Muhajirin
Sabtu, 06 Mei 2023 - 12:55 WIB
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka, menilai para ulama memiliki peran sentral dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat. Dia menyampaikan hal tersebut menyusul insiden penembakan di Kantor MUI Pusat pada Selasa (2/5/2023).
“Yang harus kita sama-sama jaga, jangan saling provokasi. Kalau bisa, kepemimpinan para ulama kita itu, memang inilah yang menjadi kunci, kunci persatuan. Kita melihat MUI itu sebagai wadah sentral bagi peran ulama. Peran ulama di tengah kehidupan masyarakat,” kata Diah melalui pernyataan pers di Jakarta, dikutip Sabtu (6/5/2023).
Menurutnya, meskipun sedang dalam masa persaingan politik jelang Pemilu 2024, kejadian tersebut tidak dijadikan bahan untuk kepentingan politik. Dia meyakini masyarakat Indonesia telah memiliki kecerdasan yang cukup untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi berbagai isu dan peristiwa yang terjadi.
Baca juga:Capres 2024 Harus Gandeng Cawapres NU Jika Ingin Menang
“Saya sih melihatnya, tidak direspons ke arah politik. Dinamika politiknya ada di ruang lain. Tapi, saya sebagai yang ada di komisi Agama DPR RI, saya melihat betapa pentingnya, atau betapa di depannya peran ulama di Indonesia,” ungkap Diah.
Diah menambahkan, pelaku penembakan M dilaporkan ingin memperoleh perhatian dari pihak MUI. Hal itu menunjukkan organisasi keagamaan tersebut dianggap penting oleh pelaku dalam konteks keagamaan.
Sebelumnya, terjadi penembakan di kantor MUI di Jakarta Pusat pada Selasa (2/5/2023). Petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian dan menemukan pelaku dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pelaku, yang bernama M, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.
“Yang harus kita sama-sama jaga, jangan saling provokasi. Kalau bisa, kepemimpinan para ulama kita itu, memang inilah yang menjadi kunci, kunci persatuan. Kita melihat MUI itu sebagai wadah sentral bagi peran ulama. Peran ulama di tengah kehidupan masyarakat,” kata Diah melalui pernyataan pers di Jakarta, dikutip Sabtu (6/5/2023).
Menurutnya, meskipun sedang dalam masa persaingan politik jelang Pemilu 2024, kejadian tersebut tidak dijadikan bahan untuk kepentingan politik. Dia meyakini masyarakat Indonesia telah memiliki kecerdasan yang cukup untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi berbagai isu dan peristiwa yang terjadi.
Baca juga:Capres 2024 Harus Gandeng Cawapres NU Jika Ingin Menang
“Saya sih melihatnya, tidak direspons ke arah politik. Dinamika politiknya ada di ruang lain. Tapi, saya sebagai yang ada di komisi Agama DPR RI, saya melihat betapa pentingnya, atau betapa di depannya peran ulama di Indonesia,” ungkap Diah.
Diah menambahkan, pelaku penembakan M dilaporkan ingin memperoleh perhatian dari pihak MUI. Hal itu menunjukkan organisasi keagamaan tersebut dianggap penting oleh pelaku dalam konteks keagamaan.
Sebelumnya, terjadi penembakan di kantor MUI di Jakarta Pusat pada Selasa (2/5/2023). Petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian dan menemukan pelaku dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pelaku, yang bernama M, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.
(ori)